Post dan Page memiliki kemiripan yang mungkin akan susah Anda kenali, namun keduanya memiliki peran yang berbeda. Post merupakan fitur WordPress yang memungkinkan Anda untuk dapat menulis sebuah artikel secara berkala, dan dapat Anda sesuaikan dengan kategori yang Anda inginkan. Sedangkan Page merupakan halaman statis atau halaman tetap serta biasanya tidak memiliki jumlah sebanyak Post. Halaman Page tidak terus menerus berubah, oleh karena itu Page biasanya digunakan untuk menulis ‘About Us’ atau ‘Tentang Kami’ yang berisi pengenalan website maupun perusahaan Anda. Namun Page atau Post yang Lebih Mudah Terindex Google? 

Dari pengertian mengenai Post dan Page, apakah Anda sudah memahami perbedaan antara keduanya? Lebih jelasnya, Post memiliki fungsi untuk membuat konten dinamis, sedangkan Page kebalikannya, yaitu untuk membuat konten statis. 

Selain itu Post dapat dikategorikan serta diberi tag, sedangkan Page sebaliknya.  Page tidak masuk dalam RSS, sedangkan Post masuk dalam RSS. 

Setelah mengetahui pengertian serta perbedaannya, manakah yang lebih mudah terindex oleh Google? Menurut John Mueller, Googlebot tidak dapat mengenali serta membedakan antara Post serta Page, sehingga keduanya memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan hasil peringkat pencarian yang bagus. 

Page Atau Post yang lebih mudah terindex? 

Jadi, Google tidak dapat membedakan antara Post dengan Page ketika mengindex serta memberi peringkat konten di WordPress. Post memiliki peluang yang sama dengan Page untuk mendapatkan peringkat yang baik. Penjelasan tersebut dinyatakan oleh John Mueller, perwakilan Google melalui SEO hangout pada 4 Juni 2021. 

Pada pertemuan tersebut, seorang pemilik situs bernama Navin Andhikari bertanya kepada Mueller, mengenai konten yang diunggah di Post Blogger tidak mendapatkan traffic sebanyak konten yang diunggah di Page Bloggernya. 

Kemudian atas pertanyaan tersebut, Mueller mengatakan bahwa perbedaan traffic tidak ada hubungannya dengan tempat konten tersebut diterbitkan dan lebih berkaitan dengan tautan internal atau internal linking. 

Lebih jelasnya, berikut penjelasan dari John Mueller, sebagai perwakilan Google atas pertanyaan dari Navin Andhikari mengenai traffic Post dan Page. 

John Mueller, Tentang Index Post dan Page 

Konten ditentukan sebagai Post atau Page melalui identifikasi backend CMS situs web. Identifikasi tersebut membantu pemilik situs untuk dapat menjaga konten tetap teratur. Namun hal tersebut tidak dapat dikenali oleh Google. John Mueller berkata bahwa, 

“Saya tidak berpikir Googlebot akan mengenali perbedaan antara Post dan Page. Jadi, biasanya perbedaan antara Post serta Page adalah backend Anda dalam CMS yang Anda gunakan di WordPress. Hal tersebut menjadi sesuatu yang tidak akan terlihat oleh kita (Google). 

Jadi, kami (Google) akan melihat hal tersebut seolah-olah adalah halaman HTML yang memiliki banyak konten yang ditautkan dalam situs web Anda dengan cara tersebut (internal linking). Berdasarkan hal itulah, kami (Google) akan memberi peringkat pada halaman HTML. 

Kami tidak akan mengatakan ‘oh itu adalah Post Blogger atau itu Page, atau itu artikel mengenai informasi suatu hal’. Kami pada dasarnya, akan mengatakan bahwa itu adalah halaman HTML dan ada konten di web tersebut serta saling terkait dalam web dengan cara yang khusus (internal linking)” 

Dari penjelasan tersebut, dapat Anda ketahui bahwa jika ada lebih banyak internal linking yang mengarah kepada Page dibandingkan Post, maka Google akan melihat Page lebih penting. Ketika Anda mengunggah konten di Post blog dan tidak ditautkan ke halaman situs lain, maka Google tidak dapat menilai secara akurat tingkat kepentingan konten tersebut untuk mendapatkan index Google. 

Backlink Page Post WordPress

Dari penjelasan Mueller tersebut, apabila Post Anda tidak mendapatkan traffic sebanyak yang Anda inginkan, maka Anda perlu menambahkan lebih banyak internal linking. 

Baca Juga Cara Terbaik Setting Permalink (URL) WordPress Supaya SEO Friendly di tahun 2021

Menautkan Post terbaru dengan halaman beranda situs web akan mengirimkan sinyal yang kuat ke Google, bahwa konten tersebut penting. Selain menautkan internal linking, Anda dapat menambahkan contextual links ke Post blog yang relevan dari services page atau halaman layanan maupun bagian lain yang memiliki peringkat tinggi, sehingga Post maupun Page Anda mendapatkan traffic yang tinggi. 

Nah, dapat disimpulkan bahwa Post maupun Page, tidak memiliki perbedaan untuk mendapatkan kemudahan index dari Google. Anda hanya perlu menambahkan internal linking maupun contextual linking pada konten yang diunggah melalui Post maupun Page WordPress Anda, agar konten Anda mendapatkan index dari Google. 

 

Continue Reading