Tenaga Pengajar, peserta didik, dan orang tua, menjadi elemen yang perlu beradaptasi dalam sutuasi pandemi macam ini untuk tetap survive menjalankan visi misi pendidikan. Dalam hal ini guru atau dosen perlu menyesuaikan dengan insfrastruktur yang memadai agar proses belajar mengajar dapat berjalan baik. Secara fisik peran guru berkurang karena penggunaan media pembelajaran daring. Tidak seperti biasanya jika di dadam ruang kelas, maka saat ini guru harus menyiapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi macam ini. Guru dituntut menguasai teknologi baru dengan berbagai media pembelajaran atau fitur Learning Management System, seperti membuat video, aplikasi Google Classroom, Edmodo, Schoology, dan lain sebagainya.

Meskipun secara fisik tugasnya berkurang, tetapi guru perlu melakukan adaptasi ekstra untuk melakukan asesmen seberapa banyak materi, nilai, dan value yang akan dijadikan bahan ajar. Guru perlu beradaptasi membuat strategi agar peserta didik tetap belajar dalam situasi yang nyaman dan menyenangkan.

Adaptasi yang perlu Anda lakukan adalah dengan mengenali beberapa fitur Learning Management System (LSM) yang dapat Anda manfaatkan untuk proses belajar mengajar. Berikut ini saya akan memaparkan pebandingan tiga LSM besar yang banyak digunakan untuk proses belajar mengajar yakni Edmodo, Google Classrrom, dan Schoology.

Sebelum menuju perbedaan yang detail, Anda perlu mengetahui persamaan fitur-fitur umum yang disuguhkan ketiga LSM ini untuk dapat Anda manfaatkan adalah sebagai berikut:

  • Interface yang Familiar
    Edmodo dan Schoology menggunakan praktik terbaik UX dan menghadirkan interface Facebook yang ramah dan tidak menimbulkan masalah di kedua sisi spektrum e-Learning. Dashboard tidak berantakan, semuanya terlihat cerah dan jelas. Selain itu juga, rata-rata pengunjung Internet akan cocok dengan Google Classroom karena layanan ini berkaitan dengan fitur Google lainnya.
  • Produk yang Komprehensif
    Edmodo dan Schoology merupakan LMS yang lengkap. Anda akan mendapati di dalamnya semua fitur yang digunakan guru seperti penilaian, panel diskusi, pengumuman, jadwal, penilaian, dan lain sebagainya. Nah, sedangkan Google Classroom memiliki beberapa batasan fungsional yang relevan.
  • Integrasi Google Document
    Perlu Anda ketahui bahwa Google memanfaatkan kekuatan semua aplikasi dan layanan Google yang relevan untuk proses pembelajaran dan berbagi pengetahuan. Google Apps for Education menggaet banyak sekolah dan distrik kiwari ini, dan terutama terintegrasi dengan Google Drive. Edmodo dan Schoology juga memungkinkan guru dan siswa mengakses akun Google Drive mereka untuk tujuan proses belajar mengajar secara daring.
  • Tidak Ada Biaya yang Terkait
    Ketiga produk ini umumnya tersedia secara gratis. Schoology, Edmodo dan Google Classroom memungkinkan siswa dan guru untuk mendaftarkan akun dan menggunakan sistem tanpa batasan. Schoology dan Edmodo menjalankan app store yang membantu Anda memasang aplikasi dan program eksternal dengan biaya tertentu.
    Berikut ini saya akan memaparkan masing-masing LSM agar Anda dapat mengenali dan menentukan pilihan fitur-fitur apa saja yang Anda butuhkan untuk melakukan proses belajar mengajar secara daring.

1. Google Classroom

Kenali Perbedaan Google Classroom, Edmodo, dan Schoology

Google Classroom tersedia di Play store atau Apps Store selain situs classroom.google.com. Dalam situasi ini, fitur Google Classroom dimaksudkan untuk penggunaan akademik dari pada pelatihan perusahaan. Ruang kelas menjadi fokus utama di bidang LSM, memadukan fasilitas tradisional dengan layanan Google yang komprehensif.

Sangat penting untuk memfasilitasi komunikasi guru dan siswa serta memastikan feedback yang mudah dan kelancaran berbagi dokumen. Google akan membimbing guru dan siswa dengan proses yang lembut menggunakan pemberitahuan push dan email. Mungkin beberapa orang akan merasa terganggu, namun peringatan sebenarnya memudahkan anak-anak untuk menerima tugas dan menyerahkannya tepat waktu.

Pengumpulan tugas akan berjalan lancar dengan Google Classroom. Siswa dapat mengirimkan makalah mereka apa adanya, atau memberikan tautan ke Drive. Jika diperlukan, guru dapat memeriksa ke dalam riwayat revisi, dan mengelola tenggang waktu.

Meskipun Google ada di mana-mana, namun Google belum sempurna. Anda mungkin belum menemukan beberapa fitur utama yang diterima begitu saja oleh LMS. Misalnya, tidak ada Google gradebook. Masih belum ada fitur yang memvisualisasikan nilai siswa di beberapa tugas. Selain itu, Kelas tidak termasuk komponen kuis otomatis.

Disamping ketidak sempurnaan Google, namun ada beberap hal yang membuat Google Classroom tanpak menonjol untuk keramaian. Berikut adalah beberapa hal yang dapat Anda perhatikan:

  • Dengan Classroom, Anda tidak perlu menjauh dari layanan Google biasa untuk pekerjaan lain atau belajar. Mudah untuk masuk, memposting di YouTube, membuat dokumen di Documents, melampirkan file dari Drive, dan sebagainya. Belum lagi tata letak dan interface Google yang akrab yang tidak memerlukan kurva belajar ekstra.
  • Guru selalu dapat melihat siapa yang menyelesaikan dan menyerahkan tugas, dan siapa yang masih dalam proses menyelesaikan tugas.
  • Siswa dapat meninggalkan komentar dengan sejumlah cara untuk banyak merespon e-Learning. Juga mudah untuk menghasilkan URL komentar yang bermanfaat dan menyimpannya sebagai tanda pemantik untuk diskusi lebih lanjut.
  • Google Classroom menyediakan fungsi pertanyaan yang dapat digunakan untuk membuat kuis sederhana. Jika Anda memilih opsi pilihan ganda maka akan berubah menjadi bentuk Google Form.
    Selain kelebihan, berikut ini saya juga akan memaparkan kekurangan menggunakan Google Classroom, sebagai berikut:
  • Manajemen akun terbatas. Anda perlu mendaftar dengan Google Apps for Education, ID Google standar tidak akan terdeteksi. Dengan kata lain, Anda tidak bisa mendapatkan akses ke Google Classroom dari berbagai domain. Misalnya, jika Anda memutuskan untuk membagikan gambar atau dokumen yang ada di akun Gmail pribadi, Anda harus menyimpannya secara offline, dan perlu keluar dan masuk lagi.
  • Setelah tugas dialokasikan untuk siswa, file tugas akan menjadi dokumen siswa dengan semua hak pengeditan yang sesuai. Akibatnya, siswa dapat secara tidak sengaja atau sengaja mengubah konten tugas dan berpotensi membuat kekacauan besar.
  • Interaksi daring yang buruk. Platformnya tidak selaras dengan Google Hangouts yang lebih interaktif. Tidak ada kesempatan untuk memulai obrolan langsung di Google Classroom. Satu-satunya alat untuk berinteraksi adalah Google Documents.

baca juga https://ardata.co.id/cara-guru-sukses-laksanakan-pjj-menggunakan-google-classroom/

2. Edmodo

Kenali Perbedaan Google Classroom, Edmodo, dan Schoology

Edmodo merupakan jejaring lain untuk e-Learning yang ramah untuk menyatukan semua pemangku kepentingan dalam lingkungan pendidikan. Edmodo dapat menciptakan ruang kelas, tempat pengumpulan tugas, pembuat kuis, buku angka dan semua yang dapat Anda harapkan dalam sistem manajemen pembelajaran. Edmodo dibangun dengan desain responsif.
Edmodo menawarkan semua fungsionalitas standar yang bertepatan dengan Schoology dan overpower dari Google Classroom sebagai berikut:

  • Interface situs sosial yang akrab bagi pengguna
  • Beragam fitur untuk berbagi tugas, selebaran, makalah, dan lembar kerja
  • Sirkulasi tugas secara online yang mudah
  • Menampilkan tugas dengan tanggal jatuh tempo dan lembar tugas yang mudah;
  • Terdapat kuis interaktif menggunakan banyak pilihan dan jenis pertanyaan, dll.

Lalu apa yang membuat Edmodo istimewa dan berbeda dengan LSM lainnya? Berikut adalah beberapa pebandingannya:

  • Guru diundang untuk berkomunikasi dengan guru lain dengan bantuan fitur kolaborasi Edmondo
  • Catatan Edmodo memungkinkan siswa untuk menembak pertanyaan cepat, membagikan apa yang biasa kita kenal sebagai ‘status’ di jejaring sosial.
  • Penyimpanan terorganisir dengan baik untuk dokumen. Serta cepat, aman, dengan file dan folder yang bisa dibagikan secara pribadi.
  • Kemampuan untuk membuat kelompok siswa yang lebih kecil dalam suatu kelas

Jika sudha mengenali kelebihannya, maka Anda perlu juga mengenali kekurangan dari Edmodo berikut ini:

  • Aplikasi gratis di playstore hanya tersedia untuk guru dari AS, Inggris, Kanada, dan Australia.
  • Seperti halnya Schoology, guru perlu memastikan siswa mendaftar sendiri sebelum membuka kursus.
  • Aplikasi di iPad telah dikritik karena membingungkan. Operasi sederhana seperti mengunggah file misalnya perlu langkah yang rumit dan tanpak berlebihan.
  • Pengumuman dan posting berita hanya dapat ditampilkan dalam urutan kronologis. Akibatnya, dasbor mungkin terlihat berantakan.
  • Fitur untuk membuat kuis lebih sedikit opsi dan type.
  • Seperti di Schoology, tidak ada pesan antar pelajar.

Secara keseluruhan, Edmodo sangat cocok untuk guru sekolah. Dari perspektif anggaran, ini gratis, meskipun pada situasi tertentu. Jika ada beberapa tambahan agar lengkap fiturnya harus membayar sekitar $ 2.500 / tahun per sekolah.

3. Schoology

Kenali Perbedaan Google Classroom, Edmodo, dan Schoology

Schoology merupakan tools yang diakui secara global yang memungkinkan para guru untuk berbagi kursus e-Learning, mengatur kelas, memperbarui buku pelajaran, atau hanya mengobrol dengan sesama guru atau siswa. Schoology memiliki banyak tool kolaborasi, berbasis standar dan analitik terperinci.

Hal utama yang membedakan Schoology adalah komunitas kontributor yang mengesankan. Ada database besar pedoman, instruksi dan praktik terbaik dari guru yang berpengalaman di seluruh dunia. Resource Center and Groups adalah kesempatan bagus untuk terhubung dengan pendidik lain dan bertukar pengetahuan dan ide, wawasan kinerja siswa, rumusan laporan statistik tentang kinerja, dan skenario peningkatan peserta didik. Selain itu Kemajuan siswa dapat dievaluasi berdasarkan standar yang ada (Common Core, NGSS dan lainnya) atau dengan tujuan yang ditentukan oleh guru tertentu.

Berikut ini saya akan memaparkan kelebihan Schoology untuk guru gunakan:

  • Tool sosial yang hebat dengan papan diskusi, posting blog, pengumuman.
  • Konfigurasi lanjutan untuk penilaian dan kuis (seperti batasan waktu, pengambilan ulang, dll.)
  • Penargetan granular untuk kerja kelompok atau tugas tertentu.
  • Fungsionalitas berbasis cloud untuk pembagian tugas (mirip dengan DropBox).
  • Pemberitahuan melalui email dan SMS untuk membuat audiens tetap terlibat.
  • Disinkronkan dengan Google Documents.
  • Distribusi dan penyerahan tugas secara online.
  • Buku telepon dan pemantauan kehadiran berbasis web.
  • Pemeringkatan kertas dan fitur anotasi terkemuka. Schoology memudahkan navigasi antara berbagai versi, memberikan feedback dalam berbagai format, dan tentu saja menyimpan nilai dengan aman dalam kerangka kerja.
  • Schoology membahas pasar global dan menawarkan solusi yang dapat disesuaikan untuk sekolah AS dan non-AS.

Selain kelebihan, Anda juga perlu mengenali kekurangan Schoology berikut ini:

  • Banyak pengguna melaporkan kurva belajar yang agak curam dibandingkan dengan kompetisi.
  • Siswa harus mendaftarkan diri dalam sistem untuk mulai menerima tugas dan memeriksa kinerja mereka sendiri.
  • Sayangnya, tidak ada messenger untuk siswa. Lebih banyak fitur yang menarik diskusi terbuka antara teman sebaya akan melakukan banyak hal baik.
  • Schoology ditujukan untuk sekolah dan perguruan tinggi serta perusahaan.

Nah, begitulah kelebihan dan kekuarangan dari masing-masing LSM, Google Classroom, Edmodo, dan Schoology. Silahkan Anda memilih fitur dan kelebihan mana saja yang Anda perlukan untuk proses belajar dengan performa tertentu. Tiga LSM terbesar ini pada intinya sangat membantu proses belajar daring, sehingga dalam situasi pandemi semacam ini Anda dapat memanfaatkan salah satunya.