Kekuatan utama sebuah landing page dapat berada pada foto produk atau copywriting landing page tersebut. Copywriting adalah teknik menulis yang bertujuan membuat orang menjadi tertarik terhadap suatu produk. Copywriting dalam sebuah landing page merupakan hal yang sangat penting.

Mengapa begitu? Sebuah landing page memiliki struktur, beberapa diantaranya adalah headline, subheadline, deskripsi, CTA, kontak yang dapat dihubungi, dan foto produk. 4 dari 6 komponen tersebut berupa tulisan. Dari ini anda pasti sudah mulai paham betapa krusialnya copywriting dalam sebuah landing page.

Copywriting Landing Page dengan Teori Aristoteles

Sehubungan dengan tujuannya, copywriting didasari oleh ilmu persuasi. Bisa dikatakan bahwa untuk membuat copywriting yang efektif dan efisien anda perlu memahami pengaplikasian ilmu persuasi dalam tulisan.

Kali ini kita akan membahas tips copywriting mengikuti teori persuasi Aristoteles, filsafat Yunani yang terkenal itu.

Aristoteles berpendapat bahwa persuasi mengandung 3 sifat; emosinal, etis, dan logis.

Dari ketifa sifat itu kita akan menjabarkannya menjadi 6 kunci copywriting. Simak poin-poin selanjutnya.

Copywriting yang Emosional

Menulis copywriting landing page yang emosional bukan marah-marah dalam tulisan. Emosional yang dimaksud disini adalah menyentuh perasaan. Poin ke 1 dan 2 termausk dalam teori persuasif emosional.

  1. Menulis seperti Berbicara

Menulis seperti bicara dapat dikatakan menulis dengan spoken language atau gaya bahasa yang digunakan orang dalam berbicara.

Menulis seperti bicara dapat dilakukan dengan 2 cara mudah:

a. Menggunakan Kata Ganti

Contohnya menggunakan kata ganti saya, anda, kalian, atau aku untuk membuat tulisan terasa lebih personal. Contoh kalimatnya:

“Nah, sekarang anda sudah lebih mengerti, bukan?”

b. Menggunakan Hipofora

Apa yang dimaksud Hipofora? Hipofora adalah majas dimana pertanyaan dijawab langsung oleh penulis, contohnya kalimat ini dan kalimat sebelumnya yang sengaja kami tebalkan. 

Itulah yang dimaksud hipofora. Hipofora membuat tulisan terasa lebih komunikatif karena ada pertanyaan yang diajukan.

Menulis dengan spoken language memang dapat membuat tulisan terlihat lebih hidup dan tidak terlalu formal. Namun, perlu diingat juga bahwa tidak semua copywriting cocok dengan cara ini. Jika bidang bisnis anda memang formal maka lebih baik menggunakan bahasa yang formal dan mengurangi spoken language.

  1. Menggerakkan Pembaca

Copywriting yang menggerakkan pembaca maksudnya adalah copywriting yang dapat membuat pembaca terpengaruhi untuk melakukan hal yan kita kehendaki setelah membaca copywriting kita.

Ada 3 cara mudah yang dapat digunakan untuk membuat copywriting yang menggerakkan pembaca:

a. Menggunakan Kata Kerja yang Berpengaruh Kuat

Kata kerja dapat bermakna serupa, namun memberi rasa dan pengaruh berbeda ketika diterapkan. Hal ini sangat penting diperhatikan, utamanya pada CTA. Contohnya pada CTA untuk kontak:

Nomor HP vs Hubungi Kami

Frasa Hubungi Kami pada tombol CTA memiliki pengaruh yang lebih kuat daripada Nomor HP. Kata kerja “hubungi” terasa lugas dan lebih mengundang daripada sekedar menyuguhkan tulisan Nomor HP.

b. Menggunakan POV

POV (Point of View) merupakan sudut pandang. POV yang biasa digunakan merujuk pada pembaca dan diwujudkan dengan kata ganti “anda”, “kalian”, dan sebagainya, contohnya “landing page anda menjadi lebih meyakinkan dengan copywriting yan baik”. Kalimat tersebut menggunakan POV “anda”. Ketika menggunakan POV tersebut pembaca akan lebih mudah membayangkan sebuah situasi terjadi pada dirinya sehingga motivasinya untuk mengambil keputusan yang sesuai dengan target marketing penulis lebih tinggi.

c. Menggunakan Teknik Urgensi 

Urgensi merupakan motivasi instingtif orang dalam melakukan sesuatu. Robert Cialdini dalam bukunya yang berjudul Influence: The Psychological of Persusion menyebutkan:

“Pemikiran tentang kehilangan memengaruhi keputusan manusia secara signifikan. Faktanya, orang sepertinya lebih termotivasi dengan pemikiran akan kehilangan sesuatu ketimbang pemikiran akan mendapatkan sesuatu yang bernilai setara.”

Dari insting manusia inilah ada yang dimakan strategi urgensi atau scarcity. Beberapa contohnya dalam copywriting adalah “Jangan sampai ketinggalan!”, “Terbatas hanya untuk 100 pembeli pertama”, “Khusus untuk yang telah memiliki akun disini”, dan lain sebagainya.

Copywriting yang Etis

Etis yang dimaksud disini bukan hanya sopan, melainkan utamanya  terpercaya dan mudah dimengerti. Untuk menghasilkan copywriting yang etis, perhatikan poin 3 dan 4 ini.

  1. Copywriting yang Lugas dan Jelas

Untuk menghasilkan copywriting yang lugas dan jelas, anda dapat melakukan 3 hal ini:

a. Menggunakan Bahasa yang Lugas dan Jelas

Gunakan bahasa yang lugas dan jelas, bukan yang berbelit-belit. Bahasa yang berbelit-belit dan terlalu panjang pada landing page dapat membuat pembaca tidak jadi tertarik dengan produk anda.

b. Menggunakan Poin-Poin

Daripada membuat kalimat panjang dengan koma yang berderet, lebih baik membuat poin-poin. Hal iini akan mempermudah pembaca memahami isi landing page anda lebih cepat.

Contohnya daripada menulis:

Tinggi protein, sumber asam amino yang baik, mengandung BCAA untuk otot, tinggi serat, rendah lemak, tendah gula, bukan gluten

Lebih baik:

  • Tinggi protein
  • Sumber asam amino yang baik
  • Mengandung BCAA untuk otot
  • Tinggi serat
  • Rendah lemak
  • Rendah gula
  • Bukan gluten

c. Menggunakan Repetisi

Landing page anda perlu memiliki fokus yang jelas mengenai hal utama yang ditawarkan. Tidak perlu menjelaskan semua produk. Cukup fokus pada beberapa dan lakukan pengulangan penawaran dalam bentuk yang bervariasi untuk produk tersebut di sepanjang landing page.

  1. Menggunakan Bukti Sosial

Bukti sosial disini bisa disebut juga ulasan.

Merurut riset Brightlocal di tahun 2019, 91% klien akan menggunakan suatu produk apabila produk tersebut memiliki ulasan positif.

Bukti sosial dapat anda cantumkan berupa rating dan ulasan komentar.

Copywriting yang Logis

Keputusan orang dalam membeli sesuatu memang cenderung digerakkan oleh emosi. Walaupun begitu orang masih mencoba merasionalisasi hal yang mereka lakukan. Fenomenanya uniknya terjadi disini. Ketika anda memasukkan alasan yang logis, pembaca akan mempertimbangkan alasan anda. Apabila memang logis bagi mereka, pembaca semakin “merasa” percaya untuk melakukan pembelian.

Untuk memanfaatkan fenomena tersebut, copywriting yang logis dapat anda lakukan dengan nomor 5 dan 6 berikut.

  1. Menggunakan Statistik

Ilmuan merupakan orang terpercaya karena dalam penelitian terdapat etika penelitian. Salah satu etika penelitian adalah jujur. Selain untuk menjelaskan produk anda, reputasi hasil penelitian statistik yang baik juga dapat memberikan imbas baik bagi produk anda.

  1. Fokus pada Kelebihan Tertentu

Produk anda mungkin memang memiliki sangat banyak kelebihan. Namun, pada kenyataannya mungkin tidak semua kelebihan tersebut berguna bagi pengunjung, lho.

Pengunjung mungkin akan kebingungan membuat keputusan karena penjelasan yang terlalu banyak. Lebih baik anda fokus ke poin tertentu yang paling dibutuhkan pengunjung.

 

Dengan menggunakan 6 tips yang diambil dari konsep persuasi Aristoteles diatas anda dapat membuat copywriting landing page yang lebih menarik dan memancing konversi lebih banyak.

Khusus bagi anda yang memiliki target landing page closing, kami juga menyediakan tips copywritingnya untuk anda disini:

10 Teknik Copywriting Jitu Untuk Meningkatkan Omzet Bisnis Online Anda

Continue Reading