SEO (Search Engine Optimization)

Bedah Google August Core Update: Penyebab Traffic Turun

–

Bedah Google August Core Update: Penyebab Traffic Turun

Traffic organik website yang tiba-tiba mengalami penurunan sering kali dikaitkan dengan perubahan algoritma Google. Salah satu periode yang banyak diperhatikan oleh praktisi SEO adalah pembaruan Google pada Agustus 2025. Perubahan pada sistem pencarian dapat memengaruhi posisi halaman, impressions, hingga jumlah klik yang diterima sebuah website dari hasil pencarian.

Namun, penting untuk memahami bahwa update Google pada Agustus 2025 bukan merupakan core update, melainkan August 2025 Spam Update. Sementara itu, core update yang berlangsung sebelumnya adalah June 2025 Core Update. Perbedaan ini penting karena spam update dan core update memiliki fokus yang berbeda. Karena itu, ketika traffic turun pada periode tersebut, pemilik website perlu melakukan analisis berdasarkan data, bukan langsung menyimpulkan bahwa website terkena penalti Google.

Apa yang Terjadi pada Google Update Agustus 2025?

Google mulai meluncurkan August 2025 Spam Update pada 26 Agustus 2025 dan rollout selesai pada 22 September 2025.

Update tersebut ditujukan untuk meningkatkan sistem Google dalam mendeteksi dan menangani praktik spam pada hasil pencarian. Pembaruan ini berlaku secara global dan mencakup berbagai bahasa.

Perubahan sistem seperti ini dapat menyebabkan fluktuasi ranking pada sejumlah halaman. Website yang sebelumnya mendapatkan traffic dari Google dapat mengalami perubahan impressions, posisi keyword, maupun jumlah klik.

Meski demikian, perubahan traffic yang terjadi berdekatan dengan waktu update tidak otomatis membuktikan bahwa website terkena dampak langsung dari update tersebut.

Mengapa Traffic Website Bisa Turun?

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan traffic organik mengalami penurunan setelah Google melakukan pembaruan sistem.

1. Ranking Keyword Mengalami Penurunan

Perubahan posisi keyword merupakan salah satu faktor yang paling mudah terlihat.

Misalnya sebuah artikel sebelumnya berada di posisi 3 untuk keyword tertentu, kemudian turun ke posisi 8. Hal tersebut dapat menyebabkan jumlah klik organik berkurang karena visibilitas halaman ikut berubah.

Untuk mengetahuinya, buka Google Search Console dan bandingkan posisi keyword sebelum dan setelah periode update.

Jangan hanya melihat posisi satu keyword. Periksa juga keyword lain yang memberikan traffic terbesar kepada halaman tersebut.

2. Konten Tidak Lagi Sesuai Search Intent

Search intent merupakan tujuan pengguna ketika melakukan pencarian di Google.

Konten yang sebelumnya relevan dapat mengalami penurunan performa apabila halaman lain memberikan jawaban yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Sebagai contoh, pengguna mencari “cara memperbaiki Crawled – Currently Not Indexed”. Jika sebuah artikel hanya menjelaskan pengertiannya tanpa memberikan langkah pemeriksaan dan solusi yang jelas, halaman tersebut mungkin kurang memenuhi kebutuhan pencarian dibandingkan artikel yang memberikan pembahasan lebih lengkap.

Karena itu, evaluasi konten tidak cukup hanya dengan melihat jumlah keyword yang digunakan.

3. Kompetitor Menghasilkan Konten yang Lebih Relevan

Perubahan ranking juga dapat terjadi karena halaman kompetitor menjadi lebih kuat.

Website lain mungkin memperbarui artikel, memberikan informasi yang lebih lengkap, memperbaiki struktur konten, atau menjawab pertanyaan pengguna dengan lebih jelas.

Jika traffic turun, bandingkan artikel yang mengalami penurunan dengan halaman yang kini berada di posisi lebih tinggi.

Perhatikan:

  • Kelengkapan informasi.
  • Struktur heading.
  • Aktualisasi data.
  • Search intent.
  • Internal linking.
  • Referensi yang digunakan.
  • Pengalaman pengguna.
  • Kejelasan jawaban.

Tujuannya bukan menyalin konten kompetitor, tetapi mengetahui informasi apa yang masih kurang dari artikel sendiri.

Apakah August Update Berarti Website Terkena Penalti?

Tidak selalu.

Perubahan ranking akibat sistem Google berbeda dengan manual action. Traffic turun setelah update bukan bukti otomatis bahwa sebuah website mendapatkan penalti.

Google memiliki berbagai sistem yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas dan relevansi halaman. Selain itu, perubahan traffic juga dapat disebabkan faktor di luar update algoritma.

Jika ingin memastikan adanya tindakan manual, pemilik website dapat memeriksa bagian Manual Actions di Google Search Console.

Jika tidak ada pemberitahuan manual action, jangan langsung menyimpulkan bahwa traffic turun karena penalti.

Hubungan Spam Update dengan Penurunan Traffic

Karena August 2025 merupakan Spam Update, pemilik website perlu mengevaluasi apakah terdapat praktik SEO yang berpotensi bertentangan dengan kebijakan spam Google.

Audit dapat mencakup pola pembuatan konten, link yang tidak natural, halaman yang dibuat terutama untuk mesin pencari, cloaking, serta teknik manipulasi lainnya.

Namun, penurunan traffic tidak otomatis menunjukkan bahwa website melakukan spam.

Analisis harus tetap berdasarkan data dan kondisi website secara keseluruhan.

Cara Mengecek Traffic Turun di Google Search Console

Google Search Console dapat digunakan untuk mengetahui halaman dan keyword mana yang mengalami perubahan.

Masuk ke:

Google Search Console → Performance → Search Results

Kemudian periksa beberapa metrik utama.

Clicks

Clicks menunjukkan jumlah pengguna yang mengunjungi website melalui hasil pencarian Google.

Jika clicks turun, cari tahu apakah penurunan terjadi pada seluruh website atau hanya halaman tertentu.

Impressions

Impressions menunjukkan berapa kali halaman website muncul di hasil pencarian.

Jika impressions turun, kemungkinan visibilitas website untuk query tertentu mengalami perubahan.

Average Position

Average position membantu melihat perubahan posisi halaman di hasil pencarian.

Perhatikan apakah penurunan clicks terjadi bersamaan dengan penurunan posisi.

CTR

CTR menunjukkan persentase pengguna yang mengklik website setelah melihatnya di hasil pencarian.

Jika impressions relatif stabil tetapi clicks turun, periksa CTR.

Judul halaman, meta description, search intent, dan tampilan hasil pencarian dapat memengaruhi keputusan pengguna untuk mengklik.

Bandingkan Data Sebelum dan Sesudah Update

Jangan mengambil kesimpulan hanya berdasarkan perubahan traffic selama satu atau dua hari.

Gunakan periode pembanding yang cukup untuk melihat pola.

Misalnya, bandingkan data sebelum dan setelah periode update. Perhatikan perubahan pada:

  • Total clicks.
  • Total impressions.
  • CTR.
  • Average position.
  • Halaman dengan traffic terbesar.
  • Keyword utama.
  • Negara pengguna.
  • Perangkat pengguna.

Dengan cara tersebut, perubahan traffic dapat dianalisis secara lebih objektif.

Cek Halaman yang Kehilangan Traffic Terbesar

Setelah melihat data keseluruhan, lanjutkan dengan pemeriksaan pada level halaman.

Cari halaman yang sebelumnya menghasilkan banyak clicks tetapi sekarang mengalami penurunan.

Kemudian periksa keyword yang membawa traffic ke halaman tersebut.

Misalnya, jika sebuah artikel kehilangan 70 persen traffic, belum tentu seluruh website mengalami masalah. Bisa saja penurunan tersebut berasal dari beberapa keyword utama yang posisi ranking-nya berubah.

Informasi tersebut akan membantu menentukan halaman mana yang perlu mendapatkan perhatian terlebih dahulu.

Periksa Masalah Indexing

Traffic turun juga dapat terjadi karena halaman tidak lagi diindeks atau mengalami masalah teknis.

Periksa laporan Page Indexing di Google Search Console.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi:

  • URL tidak diindeks.
  • Halaman memiliki tag noindex.
  • Canonical mengarah ke URL lain.
  • Redirect bermasalah.
  • URL mengalami error.
  • Robots.txt menghambat crawling tertentu.
  • Server mengalami gangguan.
  • Internal link menuju halaman yang bermasalah.

Jika terdapat masalah teknis, perbaiki terlebih dahulu sebelum menyimpulkan bahwa penurunan traffic disebabkan oleh algoritma Google.

Audit Konten yang Mengalami Penurunan

Setelah memastikan tidak ada masalah teknis, lakukan audit terhadap konten.

Periksa apakah artikel masih:

  • Relevan dengan keyword.
  • Menjawab search intent.
  • Memiliki informasi yang akurat.
  • Menggunakan data yang masih terbaru.
  • Memberikan informasi yang cukup.
  • Memiliki struktur yang mudah dibaca.
  • Menawarkan nilai tambah dibandingkan halaman lain.

Jika informasi sudah lama, lakukan pembaruan secara substantif.

Jangan hanya mengganti tanggal artikel tanpa memperbarui isi.

Evaluasi Konten Berkualitas Rendah

Website dengan banyak artikel tidak otomatis memiliki performa SEO yang lebih baik.

Artikel yang tipis, tidak memberikan informasi baru, atau dibuat secara massal tanpa kontrol kualitas perlu dievaluasi.

Kelompokkan konten menjadi beberapa kategori:

  • Traffic tinggi.
  • Traffic stabil.
  • Traffic menurun.
  • Impressions tinggi tetapi CTR rendah.
  • Hampir tidak memiliki impressions.
  • Sudah tidak relevan.

Dari pengelompokan tersebut, Anda dapat menentukan artikel mana yang perlu diperbarui dan mana yang perlu ditinjau lebih lanjut.

Jangan Terburu-buru Menghapus Artikel

Traffic yang turun bukan berarti artikel harus langsung dihapus.

Sebelum menghapus sebuah halaman, periksa apakah URL tersebut masih memiliki:

  • Impressions.
  • Keyword relevan.
  • Backlink.
  • Internal link.
  • Potensi traffic.
  • Informasi yang masih berguna.

Jika konten masih relevan, memperbarui dan memperbaikinya dapat menjadi pilihan yang lebih tepat dibandingkan menghapus halaman secara langsung.

Perbaiki Search Intent

Salah satu langkah penting setelah traffic turun adalah memastikan artikel benar-benar menjawab kebutuhan pengguna.

Jika keyword berbentuk pertanyaan, berikan jawaban yang jelas di bagian awal artikel.

Kemudian lanjutkan dengan penjelasan, contoh, langkah-langkah, dan informasi pendukung.

Struktur seperti ini membantu pembaca menemukan informasi yang dibutuhkan tanpa harus membaca seluruh halaman terlebih dahulu.

Perkuat Internal Linking

Internal linking membantu menghubungkan artikel yang memiliki topik berkaitan.

Misalnya artikel mengenai Google Search Console dapat memiliki internal link menuju pembahasan:

  • Crawled Currently Not Indexed.
  • Robots.txt.
  • Canonical URL.
  • Google Indexing API.
  • Core Web Vitals.
  • Optimasi SEO On Page.

Pastikan internal link memiliki konteks yang relevan dan membantu pengguna menemukan informasi tambahan.

Evaluasi Backlink

Backlink juga perlu diperiksa ketika website mengalami perubahan performa.

Perhatikan apakah terdapat pola backlink yang tidak natural atau aktivitas link building yang terlalu agresif.

Fokus pada relevansi dan kualitas backlink, bukan sekadar mengejar jumlah tautan.

Jika terdapat link yang berpotensi bermasalah, lakukan audit terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan.

Jangan Melakukan Perubahan SEO Secara Berlebihan

Traffic turun setelah Google update sering membuat pemilik website panik.

Akibatnya, berbagai perubahan dilakukan sekaligus, seperti mengganti judul seluruh artikel, menghapus banyak halaman, mengubah URL, membeli backlink, atau membuat ratusan artikel baru.

Cara tersebut justru dapat menyulitkan proses analisis karena terlalu banyak variabel yang berubah pada waktu yang sama.

Lebih baik lakukan perubahan secara bertahap dan pantau perkembangannya melalui Search Console dan Analytics.

Checklist Audit Setelah Google August Update

Gunakan checklist berikut untuk membantu proses pemeriksaan:

  • Bandingkan clicks sebelum dan sesudah update.
  • Periksa impressions.
  • Periksa average position.
  • Periksa CTR.
  • Identifikasi halaman yang kehilangan traffic.
  • Identifikasi keyword yang mengalami penurunan.
  • Periksa status indexing.
  • Periksa robots.txt.
  • Periksa canonical.
  • Periksa redirect dan error halaman.
  • Audit konten yang mengalami penurunan.
  • Evaluasi search intent.
  • Perbarui informasi yang sudah usang.
  • Periksa internal linking.
  • Evaluasi backlink.
  • Audit potensi praktik spam.
  • Pantau perubahan setelah optimasi dilakukan.

Bedakan Google Core Update dan Spam Update

Istilah Google Core Update dan Google Spam Update tidak sebaiknya digunakan secara bergantian.

Core update merupakan perubahan luas terhadap sistem ranking Google. Sementara spam update berfokus pada peningkatan sistem untuk mendeteksi dan menangani praktik spam.

Karena itu, ketika membahas penurunan traffic pada Agustus 2025, istilah August 2025 Spam Update lebih tepat digunakan untuk menyebut update yang berlangsung pada periode tersebut.

Jika analisis yang ingin dibahas secara khusus adalah core update, pembahasannya perlu diarahkan pada June 2025 Core Update dan periode rollout-nya.

Dengan membedakan kedua jenis update tersebut, analisis SEO menjadi lebih akurat dan tidak mencampurkan perubahan sistem Google yang memiliki fokus berbeda.

Facebook
Twitter
LinkedIn