Bisnis & UMKM, Uncategorized

6 Software Akuntansi Siap Coretax untuk Distributor

6 Software Akuntansi Siap Coretax untuk Distributor

Bisnis distributor memiliki alur transaksi yang lebih kompleks dibandingkan bisnis dengan satu lokasi penjualan. Perusahaan harus menangani pembelian dalam jumlah besar, penjualan ke banyak pelanggan, perpindahan barang antargudang, piutang, stok, hingga penerbitan faktur pajak dalam volume tinggi.

Kompleksitas tersebut semakin terasa setelah implementasi Coretax DJP. Sistem ini digunakan untuk mengintegrasikan berbagai proses administrasi perpajakan, mulai dari registrasi, pembayaran, pelaporan SPT, hingga layanan perpajakan. Coretax mulai melayani administrasi perpajakan untuk masa Januari 2025 dan seterusnya.

Bagi perusahaan distributor yang berstatus PKP dan memiliki transaksi tinggi, kemampuan software akuntansi dalam menyiapkan data pajak menjadi semakin penting.

DJP menggunakan XML sebagai format impor data Coretax. Bahkan, dalam panduan persiapannya, DJP menjelaskan perusahaan yang menggunakan ERP dapat menyesuaikan sistem internal agar mampu menghasilkan dokumen XML Coretax. Apabila menggunakan Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP), penyesuaian sistem atau interface dapat dikoordinasikan dengan PJAP terkait.

Lalu, software apa yang layak dipertimbangkan?

Berikut enam software akuntansi untuk distributor yang memiliki dukungan Coretax/e-Faktur atau kapabilitas perpajakan yang relevan, sekaligus mampu membantu pengelolaan stok dan operasional distribusi.

Mengapa Distributor Membutuhkan Software yang Mendukung Coretax?

Distributor dapat memproses ratusan hingga ribuan transaksi penjualan dalam satu periode. Jika faktur pajak harus disiapkan satu per satu, pekerjaan administrasi akan memakan banyak waktu sekaligus meningkatkan risiko kesalahan input.

Coretax sendiri menyediakan fasilitas impor data untuk faktur dalam jumlah banyak menggunakan file XML. DJP juga pernah meningkatkan kapasitas impor XML menjadi 15.000 faktur per unggahan, sehingga mekanisme impor massal menjadi sangat relevan untuk PKP dengan transaksi besar.

Namun, kebutuhan distributor sebenarnya tidak berhenti pada perpajakan.

Software yang dipilih idealnya juga mampu menangani:

  • stok pada beberapa gudang;
  • transfer barang antargudang;
  • purchase order dan sales order;
  • utang dan piutang;
  • invoice pelanggan;
  • harga jual bertingkat;
  • pencatatan HPP;
  • laporan penjualan dan persediaan;
  • serta data perpajakan yang sesuai dengan kebutuhan Coretax.

Karena itu, kesiapan Coretax sebaiknya dipertimbangkan bersamaan dengan kemampuan inventory dan distribusi.

Perbandingan 6 Software Akuntansi untuk Distributor

SoftwareDukungan Coretax/PajakMulti-GudangCocok untukHarga Awal*
Accurate Onlinee-Faktur CTAS via Pajak.io/PJAPYaUKM–menengahRp333.000/bulan
Mekari JurnalEkosistem perpajakan & integrasi KlikpajakYaUKM–enterpriseRp359.100/bulan*
KledoEkspor data Coretax & fitur pajakYaUKM–menengahRp159.900/bulan*
MASERPModul pajak; kesiapan Coretax perlu dikonfirmasiYaMenengah–enterpriseMulai Rp83 juta
BeecloudEkspor XML kompatibel CoretaxYaUKM–distributorRp260.700/bulan* untuk Gold
HashMicroe-Faktur/data untuk skema Coretax/DJPYaMenengah–enterpriseHubungi sales

*Harga berdasarkan informasi publik yang ditemukan saat artikel ini disusun dan dapat berubah. Beberapa harga merupakan harga kontrak/langganan tahunan atau promo. Pastikan mengecek penawaran terbaru sebelum membeli.

1. Accurate Online

Accurate Online menjadi salah satu pilihan menarik untuk distributor yang ingin menggabungkan pencatatan akuntansi dengan proses perpajakan.

Salah satu keunggulan terbarunya adalah e-Faktur CTAS melalui Smartlink Tax. Accurate menjelaskan bahwa fitur tersebut memungkinkan pengguna mengunggah faktur PPN ke Coretax tanpa melakukan input ulang maupun proses ekspor-impor secara manual.

Integrasinya memanfaatkan Pajak.io sebagai Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP).

Ini menjadi pembeda penting. Accurate tidak hanya menyediakan file yang kemudian harus diproses sendiri, tetapi menawarkan alur melalui layanan PJAP.

Untuk kebutuhan operasional, Accurate Online juga menyediakan pengelolaan persediaan, transaksi, laporan keuangan dan pajak. Sistem berbasis cloud membuatnya relevan bagi bisnis dengan aktivitas yang tersebar di beberapa lokasi.

Fitur unggulan:

  • e-Faktur CTAS;
  • Smartlink Tax;
  • inventory;
  • pembelian dan penjualan;
  • laporan keuangan otomatis;
  • perpajakan;
  • multi-cabang melalui add-on;
  • Trade Portal untuk pengelolaan pesanan reseller atau agen.

Harga paket dasar Accurate Online saat riset dilakukan tercantum Rp333.000 per bulan, termasuk satu data usaha dan satu akses pengguna. Add-on Multi Branch tercantum Rp99.900 per bulan.

Cocok untuk: distributor kecil hingga menengah yang menginginkan software akuntansi dengan jalur e-Faktur Coretax melalui PJAP.

2. Mekari Jurnal

Pilihan berikutnya adalah Mekari Jurnal, software akuntansi cloud yang memiliki cakupan cukup luas dari pembukuan hingga supply chain.

Untuk distributor, keunggulan Jurnal terdapat pada kombinasi accounting dan inventory. Paketnya mendukung manajemen produk, inventory, gudang, fulfillment, pembelian, hingga penjualan.

Bahkan paket Essentials sudah mencantumkan multi-gudang dan transfer antargudang, sementara Jurnal ERP memperluas kemampuannya dengan batch dan serial number, landed cost, serta fulfillment.

Dari sisi perpajakan, Jurnal berada dalam ekosistem Mekari dan menyediakan integrasi dengan Mekari Klikpajak. Ini membuat perusahaan dapat membangun workflow akuntansi dan administrasi pajak dalam ekosistem yang saling terhubung.

Namun, ketika memilihnya khusus karena kebutuhan Coretax, perusahaan sebaiknya mengonfirmasi workflow terbaru—misalnya apakah proses yang dibutuhkan menggunakan Klikpajak, ekspor data, atau mekanisme lainnya—sesuai jenis transaksi perusahaan.

Fitur unggulan:

  • pembukuan otomatis;
  • 40+ laporan keuangan dan bisnis;
  • invoice;
  • inventory;
  • multi-gudang;
  • transfer antargudang;
  • purchase dan sales workflow;
  • barcode;
  • batch dan serial number pada paket tertentu;
  • integrasi Mekari Klikpajak.

Pada saat riset, paket Essentials ditampilkan dengan harga khusus kontrak pertama Rp359.100 per bulan jika dibayar tahunan, sedangkan harga reguler yang tercantum Rp399.000 per bulan. Paket Plus dan Jurnal ERP tersedia untuk kebutuhan yang lebih kompleks.

Cocok untuk: distributor berkembang yang membutuhkan kombinasi accounting, inventory, supply chain, dan ekosistem administrasi bisnis yang lebih luas.

3. Kledo

Bagi distributor yang mencari alternatif dengan biaya relatif terjangkau, Kledo patut dipertimbangkan.

Kledo menawarkan fungsi accounting sekaligus inventory, mulai dari invoicing, purchasing, aset tetap, laporan keuangan, manajemen stok, hingga multi-cabang.

Pada paket berbayarnya, fitur yang tersedia berkembang mengikuti kebutuhan perusahaan. Paket Elite misalnya mencakup hingga 10 gudang, sementara Champion mencakup hingga 20 gudang, batch & expiry, multi-currency, budgeting, approval, serta konsolidasi anak perusahaan.

Untuk kebutuhan perpajakan, Kledo juga menyediakan fungsi ekspor data terkait Coretax. Karena mekanismenya dapat berbeda dari integrasi langsung melalui PJAP, perusahaan perlu memahami apakah kebutuhan internalnya cukup dengan ekspor data yang kompatibel untuk proses Coretax atau membutuhkan integrasi yang lebih otomatis.

Fitur unggulan:

  • akuntansi dan laporan keuangan;
  • invoicing;
  • purchasing;
  • inventory;
  • multi-gudang;
  • multi-cabang;
  • barcode;
  • harga bertingkat;
  • batch dan expiry pada paket tertentu;
  • fitur ekspor perpajakan/Coretax.

Harga Kledo cukup kompetitif. Paket Pro tercantum mulai Rp159.900 per bulan jika dibayar tahunan, Elite Rp279.900, dan Champion Rp399.900.

Cocok untuk: UKM dan distributor menengah yang membutuhkan inventory multi-gudang dengan biaya langganan yang relatif terjangkau.

4. MASERP

Jika bisnis distribusi sudah memiliki proses yang jauh lebih kompleks, MASERP menjadi opsi yang menarik karena pendekatannya lebih dekat ke sistem ERP.

MASERP memiliki solusi khusus untuk bisnis distributor. Sistemnya dapat memantau stok di banyak gudang secara real-time, menangani transfer stok antar cabang dan gudang, stock opname, serial dan batch number, purchase request, purchase order, penjualan, utang-piutang hingga laporan inventory.

Dari sisi keuangan, transaksi operasional dapat masuk ke pembukuan sehingga perusahaan tidak perlu memisahkan sistem inventory dan accounting.

MASERP juga menyediakan fungsi perhitungan pajak penjualan, pajak penghasilan, dan pajak lainnya.

Namun, ada catatan penting.

Berdasarkan informasi resmi yang ditemukan saat riset artikel ini, halaman solusi distributor MASERP menjelaskan fitur pajak, tetapi belum menjelaskan mekanisme Coretax/e-Faktur secara spesifik seperti integrasi PJAP atau ekspor XML Coretax.

Karena itu, calon pengguna yang membutuhkan Coretax sebaiknya meminta demo sekaligus konfirmasi mengenai mekanisme ekspor atau integrasi pajak terbaru sebelum implementasi.

Fitur unggulan:

  • multi-gudang dan multi-cabang;
  • inventory real-time;
  • transfer stok;
  • serial & batch number;
  • purchase order;
  • sales order dan invoice;
  • utang-piutang;
  • pajak;
  • laporan inventory;
  • laporan keuangan terintegrasi.

Untuk paket distributor, situs MASERP mencantumkan harga mulai Rp83 juta.

Cocok untuk: perusahaan distributor menengah hingga besar dengan kebutuhan ERP dan operasional multi-lokasi yang kompleks.

5. Beecloud

Beecloud menjadi pilihan menarik terutama untuk distributor, grosir, dan bisnis multi-cabang yang membutuhkan proses Coretax berbasis XML.

Beecloud menyediakan plugin e-Faktur yang dapat mengambil data langsung dari transaksi jual-beli pengguna. Data tersebut kemudian dapat diekspor menjadi CSV untuk e-Faktur dan XML untuk Coretax, sehingga perusahaan tidak perlu mengetik ulang transaksi satu per satu.

Beecloud secara eksplisit menyatakan format XML yang dihasilkan kompatibel dengan Coretax.

Pendekatan ini berbeda dengan Accurate Online. Beecloud lebih menonjolkan pembuatan file XML yang siap digunakan dalam proses Coretax, sedangkan Accurate menawarkan jalur melalui PJAP.

Untuk bisnis distribusi, paket Gold Beecloud memang ditujukan antara lain untuk distributor, grosir, bisnis multi-cabang dan franchise.

Fitur unggulan:

  • plugin e-Faktur;
  • ekspor XML Coretax;
  • penjualan dan pembelian;
  • stok;
  • multi-gudang;
  • multi-cabang;
  • utang-piutang;
  • laporan akuntansi;
  • pengelolaan salesman dan level harga.

Harga tahunan yang ditampilkan untuk paket Gold adalah sekitar Rp260.700 per bulan, sedangkan skema bulanan tercantum Rp326.700 per bulan.

Menariknya, Beecloud menyatakan plugin e-Faktur dapat digunakan pada seluruh varian Beecloud tanpa biaya tambahan.

Cocok untuk: distributor dan grosir yang membutuhkan multi-cabang sekaligus cara praktis menghasilkan XML Coretax dari transaksi bisnis.

6. HashMicro

Terakhir adalah HashMicro, yang lebih cocok ditempatkan pada segmen perusahaan menengah hingga enterprise.

Berbeda dengan software accounting sederhana, HashMicro menawarkan ekosistem ERP yang dapat menghubungkan accounting dengan inventory, procurement, sales, warehouse, manufacturing, hingga modul operasional lainnya.

Untuk distributor dengan banyak lokasi, kemampuan inventory-nya cukup relevan. Dashboard multi-lokasi dapat menampilkan total stok, pergerakan, serta nilai barang di berbagai gudang. Sistem juga mendukung transfer antarlokasi dan pemantauan stok secara real-time.

Data inventory, procurement dan sales juga dapat tersinkronisasi dengan pembukuan. Artinya, pergerakan barang dan HPP dapat tercermin dalam accounting tanpa harus melakukan pencatatan terpisah.

Dari sisi pajak, materi terbaru HashMicro menyebut software accounting-nya mendukung kebutuhan perpajakan melalui e-Faktur dan penyiapan data untuk proses Coretax/DJP.

Meski demikian, perusahaan tetap sebaiknya meminta penjelasan teknis mengenai mekanisme Coretax pada konfigurasi yang akan dibeli karena implementasi ERP biasanya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Fitur unggulan:

  • accounting;
  • multi-warehouse inventory;
  • procurement;
  • sales;
  • warehouse management;
  • otomatisasi HPP;
  • laporan keuangan;
  • e-Faktur dan dukungan proses Coretax/DJP;
  • integrasi lintas modul.

Harga HashMicro tidak ditampilkan dalam skema sederhana per bulan pada sumber resmi yang kami gunakan. Perusahaan dapat meminta penawaran berdasarkan modul dan kebutuhan implementasi.

Cocok untuk: distributor menengah hingga enterprise dengan banyak gudang, transaksi tinggi, serta kebutuhan integrasi antar-departemen.

Integrasi Software Akuntansi dengan Coretax DJP untuk Distributor

Mana Software Akuntansi Coretax yang Paling Cocok untuk Distributor?

Tidak ada satu software yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk seluruh perusahaan distributor.

Jika fokus utama perusahaan adalah workflow e-Faktur Coretax melalui PJAP, Accurate Online menarik karena sudah memiliki e-Faktur CTAS melalui Pajak.io.

Jika perusahaan menginginkan kombinasi accounting, inventory, multi-gudang dan ekosistem bisnis yang luas, Mekari Jurnal dapat dipertimbangkan.

Kledo cocok untuk bisnis yang mempertimbangkan efisiensi biaya dan tetap membutuhkan multi-gudang. Sementara Beecloud menarik untuk perusahaan yang menginginkan mekanisme ekspor XML Coretax dari data transaksi.

Untuk kebutuhan ERP distributor yang lebih kompleks, MASERP dan HashMicro memiliki kemampuan inventory serta integrasi operasional yang lebih luas. Namun, perusahaan perlu meminta penjelasan teknis mengenai workflow Coretax yang tersedia pada implementasi masing-masing.

Tips Memilih Software Akuntansi untuk Distributor

Software Akuntansi Multi-Gudang untuk Bisnis Distributor

Sebelum berlangganan atau melakukan implementasi ERP, jangan hanya melihat banyaknya fitur. Pastikan software benar-benar sesuai dengan proses bisnis perusahaan.

Pertama, tanyakan secara spesifik bagaimana software menangani Coretax. Apakah menggunakan integrasi PJAP, menghasilkan XML, atau membutuhkan proses tambahan?

Kedua, hitung volume faktur pajak perusahaan. Distributor dengan ribuan transaksi membutuhkan proses massal yang jauh berbeda dari perusahaan yang hanya menerbitkan puluhan invoice.

Ketiga, cek kemampuan multi-gudang. Pastikan transfer stok, stock opname, nilai persediaan dan histori barang dapat dipantau berdasarkan lokasi.

Keempat, periksa skalabilitas. Sistem yang cocok untuk dua gudang belum tentu efisien ketika bisnis berkembang menjadi puluhan gudang dan cabang.

Terakhir, lakukan demo menggunakan contoh transaksi perusahaan sendiri. Coba alur dari purchase order → barang masuk → transfer gudang → sales order → invoice → pencatatan pajak → laporan keuangan. Dari sini akan terlihat apakah sistem benar-benar cocok dengan workflow distributor.

Implementasi Coretax membuat perusahaan distributor perlu memperhatikan kembali hubungan antara transaksi penjualan, accounting, inventory dan administrasi perpajakan.

Accurate Online, Mekari Jurnal, Kledo, MASERP, Beecloud, dan HashMicro menawarkan pendekatan yang berbeda.

Accurate menonjol dengan e-Faktur CTAS melalui PJAP. Beecloud menyediakan ekspor XML Coretax. Kledo menawarkan kombinasi accounting, inventory dan fungsi ekspor pajak dengan harga kompetitif. Mekari Jurnal kuat pada ekosistem accounting dan supply chain, sedangkan MASERP serta HashMicro lebih relevan ketika operasional distributor sudah membutuhkan ERP yang lebih kompleks.

Yang terpenting, jangan menyamakan istilah “siap Coretax” dengan “integrasi langsung Coretax”. DJP sendiri mengakomodasi beberapa pendekatan, termasuk penyesuaian ERP untuk menghasilkan XML Coretax maupun penggunaan interface melalui PJAP.

Dengan memilih sistem berdasarkan workflow pajak sekaligus operasional distribusi, perusahaan dapat mengurangi input berulang, meningkatkan akurasi data stok, dan membuat proses administrasi keuangan menjadi lebih efisien.

Facebook
Twitter
LinkedIn