Menaikkan engagement di media sosial? Bagaimana caranya?

Semakin berkembangnya teknologi, telah merubah pengetahuan customer tentang web. Ketika mereka ingin membeli suatu produk,  sekarang mereka mempunyai banyak pilihan dan  pertimbangan dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. Hanya digital marketer yang bisa mengklarifikasikan dengan jelas, apa yang dibutuhkan pelanggan, yang bisa membuat mereka mengklik ke web yang telah diarahkan hingga melakukan transaksi. Namun, bagaimana cara menghadapi perkembangan dunia digital marketing seperti yang telah diilustrasikan diatas?

Perkembangan media sosial, dan dunia periklanan yang semakin cerdas, menjadi tantangan tersendiri untuk mengarahkan customer melakukan pembelian.  Contoh sederhananya ketika ada seseorang yang ingin membeli mobil. Mungkin dia telah melakukan berbagai interaksi digital mulai dari browsing, click, mengunjungi gerai, menonton video, membaca review. Hal ini dilakukan hanya untuk meyakinkan pilihannya. Yap, kita tau bahwa kebiasaan konsumen telah berubah.

SEO yang tepat sangat dibutuhkan untuk menerapkan strategi  dalam mengembangkan dunia digital marketing. Kali ini Ardata media akan membahas strategi yang dapat Anda gunakan untuk menaikkan engagement di media sosial berbasis konversi channel.

Langkah 1: Membuat aset Engagement

Sekitar 90% dari pengunjung situs Anda, belum siap untuk membeli produk. Mereka mungkin berpada pada tahap membandingkan atau ingin mencari sesuatu yang benar-benar fresh. Apapun permasalahannya, anda akan sangat beruntung jika mampu mengubah 5% dari pengunjung situs menjadi customer.

Pertanyaannya adalah, bagaimana dengan 95% pengunjung situs lainnya?

Nah, anda bisa mencoba untuk membuat produk sekunder. Apa itu? produk kedua yang sekiranya dibutuhkan oleh pengunjung situs. namun sebelumnya, anda perlu memperhatikan kriteria berikut:

  • Pikirkan apakah produk yang tepat.
  • Harus melengkapi produk utama yang anda jual (agar secara organik mengarahkan banyak customer yang terlibat untuk membelinya)
  • Hal yang lebih penting yaitu memerlukan peningkatan di Google (untuk menghasilkan visibilitas dari aset alternatif) yang pada akhirnya menjadi generator utama di Google.

Inilah beberapa contoh pemasaran sekunder yang telah sukses:

  • Under Armour memiliki aplikasi MyFitnessPal yang mengarahkan pengunjung pentingnya mempunyai pola hidup sehat sehingga mereka terfikirkan untuk membeli peralatan kebugaran.
  • American Express, melibatkan pemilik bisnis dengan komunitas mereka. Namanya adalah Open Forum.
  • Ahrefs dan Moz menawarkan toolbar SEO yang selamanya mengikat pengguna browser ke situs mereka: Menciptakan engagement berbasis konversi channel dengan menyediakan alat SEO

Untuk menciptakan aset sekunder, seharusnya lebih mudah ketika anda sudah mempunyai aset solid yang lainnya. Ini juga tidak akan memakan banyak biaya dan waktu.

REBRANDING KONTEN

Rebranding konten adalah hal pertama yang bisa dicoba. Contoh sederhananya anda bisa mengubah artikel yang sudah pernah dibuat menjadi video yang komprehensif. Ini juga disebut dengan startegi pemasaran ‘omnichannel’

Untuk bisnis yang lebih kecil anda bisa mencoba ini,

  • Build Fire : memungkinkan anda mengumpulkan aplikasi sekunder yang mendukung aset pemasaran anda. Anda juga bisa merancang aplikasi dan merancang konten yang telah digunakan.
  • Kajabi : platform yang memungkinkan siapa saja untuk membuat kursus online dan halaman arahan tanpa pengetahuan teknis yang diperlukan.

Langkah 2: Mengintegrasikan keterlibatan anda dalam pemasaran konten

Jika anda tidak ingin mengalihkan perhatian customer utama Anda, mempromosikan produk sekunder melalui halaman utama bukanlah ide yang bagus.

Hubspot adalah contoh blog yang bagus dalam pemasaran konten. Sangat jarang customer mereka membeli perangkat lunak di dalam halaman utama. Sebagai gantinya, mereka membangun jaringan dengan membagikan barang gratis serta mengundang pembaca untuk menjadi bagian dari komunitas, dan dari sanalah pemasaran bertumbuh.

Inilah contoh blog yang bagus.

Bagaimana Hubspot mengintegrasikan konten untuk membangun bisnis berbasis konversi channel?

Idenya sangat sederhana, yaitu mengikat customer ke brand mereka, misalnya untuk memasang aplikasi atau bergabung dengan komunitas yang ada komitmen untuk jangka panjang.

Jika Anda ingin melakukan pengemasan ulang, anda harus membuat konten yang cukup untuk membuat aset dan menulis artikel publik untuk menambahnya. Misalnya, saat membuat tutorial video, memperluas dan menyusun skrip untuk membuat tutorial teks untuk dipublikasikan di blog Anda. Ubah artikel Anda menjadi dokumen PDF untuk diunduh.

Membuat video untuk dipublikasikan di YouTube, Facebook, dan Instagram dan membangun kesadaran brand (serta meyakinkan viewer untuk bergabung dengan channel Anda).

Berikut adalah trik membangun konteks:

MENGOPTIMALKAN TEKS

Membuat teks yang menarik dan memberikan saran-saran inspiratif, membuat orang mengklik dan mengsharenya. Intinya, semakin banyak memberi akan semakin banyak menerima.

Langkah 3: Gunakan kecerdasan buatan untuk memasarkan aset Anda

Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) kedepannya akan mengambil alih industri pemasaran. Dari merekomendasikan produk (menebak produk apa yang anda butuhkan) chatbot canggih yang secara instan dan mandiri membantu pelayanan ke customer Anda.

Anda dapat menggunakan Artificial Intelligence untuk mengarahkan pembaca blog Anda terlibat dalam pemasaran konten.

Alter adalah mesin rekomendasi cerdas yang dapat membantu mengatur channel anda. Misalnya, dengan melibatkan orang-orang yang menghabiskan waktu membaca artikel Anda. Anda dapat menyesuaikan pengaturannya untuk mengundang pembaca mengunduh aset melalui pdf.

Menggunakan AI untuk membangun saluran konversi, dan menggunakan perangkat lunak chatbot untuk menyarankan aset keterlibatan ke pengguna setiap kali mereka meminta informasi lebih lanjut.

Beberapa tips diatas adalah cara sederhana dalam menaikkan engagement di media sosial berbasis konversi channel untuk mengatasi tantangan pemasaran yang semakin berkembang. Tertarik untuk mencoba, namun masih bingung untuk menindaklanjuti? Tak perlu khawatir, kami siap membantu. klik disini

Continue Reading