Duplikat konten dalam sebuah web bisa berpengaruh pada peringkat dari web tersebut. Duplikat konten dalam mesin pencari akan berada di halaman pencari terakhir atau bahkan juga bisa terhapus. Meski anda sudah melakukan teknik SEO dengan sangat baik, namun jika isinya adalah duplikat konten atau hasil dari copy paste/copas, maka hasil yang anda dapatkan juga tidak akan baik.

Duplikat konten menurut Google dianggap sebagai konten yang berada di dalam atau di seluruh domain yang benar benar sama dengan konten lain atau setidaknya mirip. Konten tersebut bisa diulangi lebih dari satu halaman dalam web anda atau bahkan di berbagai situs web.

Duplikat konten ini biasanya tersembunyi termasuk salinan yang digandakan pada halaman arahan atau posting web dan juga bisa di beberapa area sulit terdeteksi seperti meta deskripsi yang diulang dalam kode halaman web.

Duplikat konten bisa dilakukan dengan berbagai cara dari posting ulang sederhana atau secara tidak sengaja sampai memungkinkan konten halaman sama bisa diakses lewat beberapa URL.

 

Manfaat Konten Unik dan Original

Ada dua manfaat sebuah konten yang unik dan original, yakni:

  • Konten original akan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.
  • Konten original akan membantu untuk memastikan jika mesin pencari tidak dipaksa untuk memilih di antara beberapa halaman milik anda yang kebetulan memiliki konten yang sama.

Hal yang harus anda ketahui, ketika duplikat konten terjadi baik secara tidak sengaja atau disengaja, maka mesin pencari tidak akan mudah tertipu dan bisa menghukum situs dengan peringkat pencarian yang lebih rendah.

Inilah sebabkan kenapa mengaudit situs anda dengan pemeriksa duplikat konten sangatlah penting untuk membantu situs mengenali dan segera mengganti konten yang diperlukan.

Berikut ini, kami punya beberapa cara mengecek duplikat konten pada web atau yang dicopas dalam situs anda.

 

  1. Gunakan rel=cononical<link>tag

Cara mengecek duplikat konten pada web yang pertama adalah memakai Gunakan rel=cononical<link>tag. Beberapa tag ini bisa memberi tahu mesin pencari URL spesifik mana saja yang harus dilihat sebagai salinan utama sebuah halaman sehingga bisa mengatasi isi duplikat dari sudut pandang mesin pencari.

Ini merupakan elemen HTML yang bisa membantu untuk mencegah masalah duplikat konten. Jika anda memiliki beberapa versi yang serupa dengan konten yang sama, maka anda bisa memilih satu versi cononical atau kanonik dan mengarahkan mesin pencari ke sana.

Ketika pengunjung yang datang ke web anda mulai membaca dan menyadari jika mereka sudah membaca konten tersebut sebelumnya, maka pengalaman tersebut bisa mengurangi kepercayaan mereka pada web yang anda miliki.

 

  1. Gunakan 301 redirects

301 redirects adalah metode sederhana dan ramah mesin yang berguna untuk mengirim pengunjung ke URL yang benar pada saat halaman duplikat harus dihapus. 301 redirects adalah pengalihan permanen dari sebuah satu URL ke URL yang lainnya.

301 redirects nantinya akan mengirim pengunjung situs dan juga mesin pencari ke URL yang berbeda dari yang sudah mereka ketik pada browser atau dipilih dari halaman asli mesin pencari.

Pengalihan ini juga akan menautkan berbagai URL di bawah satu payung sehingga mesin pencari bisa memberikan peringkat semua alamat atas dasar otoritas domain dari tautan yang masuk.

Kelebihan yang bisa anda dapatkan ketika memakai 301 redirects adalah:

  • Untuk mengaitkan konvensi web umum seperti http: //, www dan sebagainya dengan satu URL untuk memaksimalkan otoritas domain.
  • Untuk mengubah nama atau mengganti nama situs web dengan URL yang berbeda.
  • Untuk mengarahkan traffic atau lalu lintas ke situs web dari URL lain yang memiliki organisasi sama.

 

  1. Gunakan noindex meta tags

Noindex meta tags akan memberitahu mesin pencari agar tidak mengindek halaman yang bisa menguntungkan dalam keadaan tertentu. Ini sangatlah penting untuk melakukan SEO pada sebuah halaman yang akan memberikan anda kekuatan untuk memberitahu halaman Google mana yang harus dijelajahi dan halaman mana yang harus mereka indeks.

Ada 3 cara untuk menempatkan tag noindex pada halaman yang bisa dilakukan, yakni:

Pada bagian <head>halaman, tempatkan beberapa kode berikut ini.

  • <meta name = ”robots” content = ”noindex”>
  • <meta name = ”googlebot” content = ”noindex”>: Ini berguna untuk mencegah Googlebot mengindeks halaman.
  • <meta name = ”bingbot” content = ”noindex”>: Ini adalah untuk mencegah Bingbot mengindek halaman.

 

  1. Gunakan Google URL Parameters Tool

Alat ini akan membantu memberti tahu Google supaya tidak menjelajah halaman dengan parameter tertentu. Ini adalah solusi yang baik jika memang web yang anda miliki memakai paramaeter sebagai cara untuk mengirimkan konten pada pengunjung yang sebagian besar kontennya sama dengan perubahan minor seperti perubahan judul, perubahan warna dan sebagainya.

Alat ini akan memberitahu Google jika konten duplikat anda disengaja atau tidak boleh dipertimbangkan untuk tujuan SEO.

Dengan semakin aktif memeriksa web anda untuk konten duplikat, maka anda tidak hanya akan meningkatkan peringkat pencarian halaman situs anda, namun juga memastikan jika pengunjung situs sudah diarahkan pada konten segar sehingga mereka akan terus kembali.

  1. Pakai Copyscape

Cara mengecek duplikat konten pada web berikutnya adalah memakai situs bernama Copyscape. Situs ini sudah sangat dikenal para Blogger khususnya untuk blogger blogger yang sudah lama. Situs ini terbilang efektif untuk menentukan artikel makan yang sudah didulikasi dalam web anda.

Hasilnya juga sangat memuaskan sebab tidak hanya memunculkan situs luar, namun juga bisa dipakai untuk memeriksa konten artikel yang diduplikat pada web anda. Ketika anda membuka halaman utama Copyscape, maka akan disajikan kolom pencarian dan anda hanya cukup memasukkan url konten atau artikel yang ingin dicari duplikasinya.