Email marketing masih menjadi salah satu kanal yang banyak digunakan bisnis untuk berkomunikasi dengan pelanggan, membangun hubungan dengan calon konsumen, hingga mendorong penjualan. Dibandingkan mengirim email secara manual, penggunaan platform email marketing memungkinkan bisnis mengelola kontak, membuat kampanye, melakukan segmentasi, dan mengotomatiskan pengiriman dari satu sistem.
Saat ini, pilihan platform email marketing juga semakin beragam. Ada layanan yang berfokus pada newsletter dan kampanye sederhana, sementara platform lainnya sudah menggabungkan email dengan CRM, SMS, WhatsApp, automation, hingga integrasi e-commerce. Karena itu, memilih platform sebaiknya disesuaikan dengan ukuran bisnis, jumlah kontak, jenis kampanye, serta tingkat automation yang dibutuhkan.
Table of Contents
ToggleApa Itu Platform Email Marketing?
Platform email marketing adalah software yang digunakan untuk membuat, mengirim, mengelola, dan menganalisis kampanye pemasaran melalui email.
Dengan platform tersebut, bisnis tidak perlu mengirim email kepada pelanggan satu per satu. Pengguna dapat membuat satu kampanye kemudian mengirimkannya ke banyak kontak secara bersamaan.
Fitur yang biasanya tersedia meliputi:
- Email newsletter.
- Template email.
- Drag-and-drop email editor.
- Manajemen database pelanggan.
- Segmentasi kontak.
- Email automation.
- A/B testing.
- Formulir berlangganan.
- Landing page.
- Analitik kampanye.
- Integrasi dengan website dan aplikasi lain.
Platform yang lebih lengkap bahkan dapat menghubungkan aktivitas email dengan CRM atau data transaksi pelanggan. HubSpot, misalnya, menghubungkan email marketing dengan data CRM sehingga bisnis dapat melakukan personalisasi berdasarkan informasi dan aktivitas kontak.
Mengapa Bisnis Membutuhkan Email Marketing?
Email marketing dapat digunakan untuk berbagai tahap perjalanan pelanggan. Bisnis dapat menggunakannya untuk memperkenalkan produk, memberikan informasi terbaru, melakukan follow-up, maupun menjaga hubungan dengan pelanggan lama.
Beberapa contoh penggunaannya antara lain:
Newsletter
Newsletter dapat digunakan untuk membagikan artikel, informasi perusahaan, tips, atau berita terbaru kepada pelanggan yang sudah berlangganan.
Promosi
Bisnis dapat mengirimkan informasi mengenai diskon, produk baru, program khusus, atau penawaran tertentu.
Lead nurturing
Email dapat digunakan untuk memberikan informasi secara bertahap kepada calon pelanggan sampai mereka siap melakukan pembelian.
Welcome email
Email otomatis dapat dikirim ketika seseorang baru mendaftar atau bergabung ke dalam database pelanggan.
Follow-up otomatis
Automation memungkinkan sistem mengirim email berdasarkan tindakan tertentu, misalnya ketika pelanggan membuka email, mengklik tautan, atau melakukan aktivitas tertentu di website.
Karena kebutuhan setiap bisnis berbeda, platform yang digunakan juga sebaiknya tidak hanya dipilih berdasarkan jumlah fitur. Kemampuan automation, integrasi, pengelolaan data pelanggan, dan model harga perlu diperhatikan secara bersamaan.
7 Rekomendasi Platform Email Marketing untuk Bisnis
Berikut beberapa platform email marketing yang dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan bisnis, mulai dari newsletter sederhana hingga automation dan e-commerce.
1. Brevo
Brevo merupakan platform customer engagement yang menyediakan email marketing sekaligus berbagai kanal komunikasi lainnya.
Salah satu hal yang menarik dari Brevo adalah pendekatannya yang tidak hanya berfokus pada email. Platform ini juga menyediakan SMS, WhatsApp, transactional email, CRM, dan fitur automation.
Karena itu, Brevo dapat dipertimbangkan oleh bisnis yang ingin mengelola beberapa aktivitas komunikasi pelanggan dalam satu platform.
Beberapa fitur yang tersedia antara lain:
- Email campaign.
- Email automation.
- SMS marketing.
- WhatsApp.
- Transactional email.
- Contact management.
- Segmentation.
- CRM.
- Email template.
Model penggunaan seperti ini cukup relevan untuk bisnis yang mulai membutuhkan komunikasi multichannel tetapi belum ingin menggunakan banyak platform berbeda.
Brevo juga menjadi salah satu platform yang sering dibandingkan dalam kategori email marketing pada 2026, terutama karena kombinasi email, SMS, WhatsApp, dan automation yang ditawarkannya.
Cocok untuk: bisnis kecil hingga berkembang yang membutuhkan email marketing dan komunikasi multichannel.
2. Mailchimp
Mailchimp merupakan salah satu nama yang cukup dikenal dalam industri email marketing. Platform ini menyediakan berbagai fitur untuk membuat dan mengelola kampanye email.
Pengguna dapat membuat email menggunakan template maupun editor visual sehingga tidak selalu membutuhkan kemampuan coding.
Mailchimp juga memiliki ekosistem integrasi yang cukup luas. Hal ini membuatnya dapat digunakan bersama berbagai tools bisnis yang sudah digunakan sebelumnya.
Beberapa kebutuhan yang dapat ditangani melalui platform ini antara lain:
- Newsletter.
- Kampanye promosi.
- Manajemen kontak.
- Segmentasi audiens.
- Email automation.
- Landing page.
- Analitik kampanye.
- Integrasi dengan aplikasi lain.
Bagi bisnis yang baru mulai menggunakan email marketing, antarmuka dan ekosistem yang sudah cukup dikenal dapat menjadi pertimbangan.
Namun, sebelum memilih paket, sebaiknya periksa kembali struktur harga dan batas fitur yang berlaku karena kebutuhan kontak dan pengiriman dapat memengaruhi biaya penggunaan.
Cocok untuk: bisnis yang membutuhkan platform email marketing dengan workflow relatif mudah dan banyak pilihan integrasi.
3. MailerLite
MailerLite menempatkan kemudahan penggunaan sebagai salah satu fokus utamanya. Platform ini menyediakan berbagai fitur untuk membuat email marketing tanpa workflow yang terlalu rumit.
Pengguna dapat membuat newsletter menggunakan drag-and-drop editor, membuat formulir pendaftaran, landing page, hingga automation.
MailerLite juga menyediakan fitur untuk bisnis yang ingin mengembangkan email marketing sekaligus membangun aset digital. Di dalam platformnya tersedia fitur seperti website builder, digital products, paid newsletter, dan integrasi e-commerce.
Fitur email marketing yang tersedia antara lain:
- Drag-and-drop editor.
- Email automation.
- A/B testing.
- Signup forms.
- Landing pages.
- Transactional email.
- AI email generator.
- Integrasi e-commerce.
Salah satu keunggihannya adalah workflow yang relatif sederhana sehingga pengguna tidak perlu mempelajari sistem yang terlalu kompleks hanya untuk membuat kampanye email.
Cocok untuk: UMKM, content creator, startup, dan bisnis yang mengutamakan kemudahan penggunaan.
4. HubSpot
HubSpot bukan sekadar platform email marketing. Email merupakan salah satu bagian dari ekosistem HubSpot yang terhubung dengan CRM dan berbagai tools pemasaran lainnya.
Dengan integrasi tersebut, bisnis dapat menggunakan data kontak untuk membuat email yang lebih personal. Misalnya, isi email atau follow-up dapat disesuaikan berdasarkan informasi dan aktivitas pelanggan.
HubSpot menyediakan drag-and-drop email editor, template, automation, personalization, analitik, dan dukungan AI untuk membantu membuat konten email.
Salah satu kelebihan pendekatan seperti ini adalah data email tidak berdiri sendiri. Aktivitas pelanggan dapat dikaitkan dengan data CRM dan proses marketing atau sales.
HubSpot juga menyediakan tools email marketing gratis dengan batas penggunaan tertentu, sementara fitur yang lebih lanjut tersedia pada paket berbayar.
Cocok untuk: bisnis yang membutuhkan email marketing sekaligus CRM dan pengelolaan customer journey.
5. ActiveCampaign
ActiveCampaign banyak dikenal karena kemampuan automation-nya. Platform ini dapat digunakan untuk membuat workflow email berdasarkan kondisi dan aktivitas pelanggan.
Automation dapat dibuat untuk berbagai skenario, misalnya mengirim welcome email setelah seseorang mendaftar, melakukan follow-up setelah pelanggan berinteraksi dengan email, atau memindahkan pelanggan ke tahap tertentu berdasarkan perilakunya.
Fitur yang menjadi perhatian antara lain:
- Advanced email automation.
- Workflow bercabang.
- Segmentasi.
- Lead scoring.
- CRM.
- Conditional content.
- Site dan event tracking.
- Integrasi dengan berbagai aplikasi.
Dalam perbandingan platform email marketing 2026, ActiveCampaign termasuk layanan yang banyak digunakan untuk kebutuhan automation dengan workflow yang lebih kompleks.
Platform seperti ini akan lebih terasa manfaatnya ketika bisnis sudah memiliki customer journey yang cukup kompleks dan membutuhkan banyak kondisi otomatis.
Cocok untuk: bisnis yang membutuhkan automation mendalam, lead nurturing, dan workflow pelanggan yang kompleks.
6. Klaviyo
Klaviyo memiliki fokus yang kuat pada e-commerce dan penggunaan data pelanggan untuk personalisasi marketing.
Platform ini dapat memanfaatkan data pelanggan dan aktivitas belanja untuk membuat segmentasi serta kampanye yang lebih spesifik.
Contohnya, bisnis e-commerce dapat membuat email berdasarkan aktivitas seperti pembelian, produk yang dilihat, atau perilaku pelanggan lainnya.
Beberapa kemampuan yang tersedia mencakup:
- Email marketing.
- SMS marketing.
- Customer segmentation.
- Automation.
- Personalized messaging.
- Data e-commerce.
- Analitik pelanggan.
- Product recommendations.
Klaviyo menjadi salah satu platform yang banyak diperhatikan dalam konteks e-commerce karena kemampuan memanfaatkan data pelanggan secara lebih granular. Perbandingan platform 2026 juga menempatkannya sebagai salah satu opsi yang berfokus pada kebutuhan toko online.
Untuk bisnis yang menjual banyak produk secara online, kemampuan menghubungkan data transaksi dan aktivitas pelanggan dapat membantu membuat kampanye yang lebih relevan.
Cocok untuk: toko online dan brand e-commerce yang membutuhkan segmentasi serta personalisasi berbasis perilaku pelanggan.
7. Omnisend
Omnisend merupakan platform marketing automation yang juga memiliki fokus kuat pada e-commerce.
Selain email, platform ini mendukung komunikasi melalui SMS dan berbagai automation yang dapat digunakan untuk customer journey.
Bisnis dapat menggunakan automation untuk kebutuhan seperti welcome series, abandoned cart, promosi, hingga komunikasi setelah pembelian.
Pendekatan ini memungkinkan email marketing menjadi bagian dari proses customer journey yang lebih luas, bukan hanya pengiriman newsletter secara berkala.
Omnisend juga termasuk platform yang dibandingkan dengan Klaviyo dan platform automation lainnya dalam berbagai pembahasan email marketing 2026, terutama untuk kebutuhan e-commerce.
Cocok untuk: bisnis e-commerce yang membutuhkan email marketing, SMS, dan automation dalam satu workflow.
Cara Memilih Platform Email Marketing untuk Bisnis
Memilih platform email marketing sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan bisnis, bukan hanya jumlah fitur yang tersedia.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Tentukan Jumlah Kontak
Periksa bagaimana platform menghitung biaya penggunaan. Ada layanan yang memperhitungkan jumlah kontak, sementara lainnya menggunakan jumlah email yang dikirim atau kombinasi beberapa faktor.
Bisnis dengan database kecil tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan perusahaan yang memiliki puluhan atau ratusan ribu kontak.
2. Perhatikan Fitur Automation
Jika bisnis hanya membutuhkan newsletter mingguan, automation sederhana mungkin sudah cukup.
Namun, apabila email akan digunakan untuk lead nurturing, onboarding, abandoned cart, follow-up, atau customer journey yang kompleks, pilih platform dengan workflow automation yang lebih fleksibel.
3. Periksa Integrasi
Pastikan platform dapat terhubung dengan tools yang sudah digunakan bisnis.
Misalnya:
- WordPress.
- WooCommerce.
- Shopify.
- CRM.
- Landing page.
- Sistem pembayaran.
- Analitik.
- Customer support.
Integrasi penting karena data pelanggan yang tersebar di banyak sistem dapat menyulitkan proses segmentasi dan personalisasi.
4. Pertimbangkan Kemampuan Segmentasi
Tidak semua pelanggan memiliki kebutuhan yang sama.
Database dapat dibagi berdasarkan berbagai karakteristik, seperti pelanggan baru, pelanggan lama, produk yang dibeli, lokasi, aktivitas email, atau tahap dalam customer journey.
Semakin detail kebutuhan segmentasi, semakin penting kemampuan pengelolaan audiens pada platform yang dipilih.
5. Perhatikan Kemudahan Penggunaan
Platform dengan fitur sangat lengkap belum tentu menjadi pilihan praktis untuk semua bisnis.
Jika tim marketing masih kecil, interface yang sederhana dapat membantu mempercepat proses pembuatan dan pengelolaan kampanye.
Sebaliknya, perusahaan dengan tim marketing khusus mungkin membutuhkan fitur automation dan personalisasi yang lebih mendalam.
6. Cek Analitik dan Reporting
Jangan hanya melihat apakah email berhasil dikirim.
Platform yang baik untuk kebutuhan bisnis seharusnya membantu memahami performa kampanye, misalnya melalui data open, click, conversion, engagement, dan metrik lainnya yang tersedia.
Data tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi subject line, konten, segmentasi, maupun waktu pengiriman.
7. Periksa Deliverability dan Compliance
Email marketing bukan hanya tentang membuat desain email yang menarik. Email juga harus dapat diterima oleh penerima dengan baik.
Karena itu, perhatikan fitur dan praktik yang berkaitan dengan deliverability, pengelolaan unsubscribe, consent, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Perbandingan Singkat 7 Platform Email Marketing
Secara sederhana, karakter masing-masing platform dapat dilihat berdasarkan kebutuhan berikut:
| Platform | Fokus Utama | Cocok Untuk |
|---|---|---|
| Brevo | Email dan komunikasi multichannel | Bisnis berkembang |
| Mailchimp | Email marketing dan integrasi | Pemula dan bisnis umum |
| MailerLite | Email sederhana dan mudah digunakan | UMKM dan creator |
| HubSpot | Email + CRM | Bisnis dengan kebutuhan CRM |
| ActiveCampaign | Automation | Bisnis dengan workflow kompleks |
| Klaviyo | E-commerce dan personalisasi | Toko online |
| Omnisend | E-commerce + multichannel | Bisnis online |
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu platform yang secara otomatis cocok untuk semua jenis bisnis. Platform yang tepat bergantung pada cara bisnis mendapatkan pelanggan, mengelola database, melakukan komunikasi, serta mengubah prospek menjadi pelanggan.
