Website kini menjadi salah satu aset digital yang penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui website, pemilik usaha dapat memperkenalkan brand, menampilkan katalog produk, memberikan informasi layanan, hingga menjangkau calon pelanggan yang lebih luas. Website juga dapat menjadi pusat informasi bisnis yang bisa diakses pelanggan selama 24 jam tanpa bergantung sepenuhnya pada media sosial.
Kabar baiknya, membuat website saat ini tidak selalu membutuhkan kemampuan coding. Kehadiran berbagai website builder untuk UMKM memungkinkan pemilik bisnis membangun website menggunakan template dan editor visual. Beberapa platform bahkan telah menyediakan AI, fitur SEO, toko online, pembayaran, hingga pemasaran dalam satu layanan. Berikut tujuh website builder yang dapat dipertimbangkan untuk membantu UMKM membangun kehadiran digital.
Table of Contents
ToggleMengapa UMKM Membutuhkan Website Builder?
Banyak UMKM memulai pemasaran digital melalui marketplace dan media sosial. Cara tersebut memang praktis, tetapi memiliki website sendiri memberikan ruang yang lebih besar untuk membangun identitas bisnis.
Website dapat digunakan untuk menampilkan profil perusahaan, alamat, kontak, katalog produk, portofolio, testimoni pelanggan, artikel, hingga informasi promosi. Pemilik bisnis juga memiliki kontrol lebih besar terhadap desain dan informasi yang ditampilkan.
Website builder kemudian menjadi solusi bagi UMKM yang belum memiliki tim developer. Umumnya pengguna cukup memilih template, memasukkan teks dan gambar, kemudian menyesuaikan tampilan menggunakan editor visual.
Beberapa keuntungan menggunakan website builder antara lain:
- Tidak harus menguasai coding.
- Proses pembuatan website relatif cepat.
- Tersedia template website siap digunakan.
- Lebih mudah melakukan pembaruan konten.
- Banyak platform menyediakan fitur SEO.
- Dapat diintegrasikan dengan domain sendiri.
- Beberapa platform menyediakan fitur toko online.
- Biaya awal dapat lebih terukur dibanding membangun sistem khusus dari nol.
Namun, setiap website builder mempunyai karakteristik berbeda. Karena itu, pemilik UMKM perlu menyesuaikannya dengan tujuan bisnis.
1. Hostinger Website Builder
Hostinger Website Builder menjadi salah satu website builder yang menarik untuk UMKM karena menggabungkan pembuatan website, hosting, domain, AI, SEO, dan fitur bisnis dalam satu ekosistem.
Pengguna dapat memulai dari template atau meminta AI membuat rancangan awal website berdasarkan deskripsi bisnis. Setelah itu, elemen website dapat disesuaikan menggunakan editor drag-and-drop sehingga pengguna tidak harus menulis kode.
Berdasarkan informasi resminya, Hostinger menyediakan ratusan template website serta fitur AI untuk membantu pembuatan konten dan desain. Platform ini juga menyediakan tool SEO dan integrasi dengan layanan seperti Google Analytics dan Meta Pixel.
Untuk UMKM yang ingin berjualan, tersedia pula fitur ecommerce. Pemilik toko dapat mengelola produk, stok, pesanan, pengiriman, serta berbagai kebutuhan operasional toko melalui dashboard.
Kelebihan Hostinger Website Builder:
- Editor drag-and-drop.
- Memiliki berbagai fitur berbasis AI.
- Hosting sudah terintegrasi.
- Mendukung domain kustom.
- Memiliki tool SEO dan marketing.
- Tersedia fitur ecommerce.
- Cocok untuk website bisnis, portofolio, jasa, maupun toko online.
Cocok untuk: UMKM pemula yang menginginkan website profesional tetapi tidak ingin terlalu banyak berurusan dengan aspek teknis hosting dan coding.
2. Wix
Wix merupakan website builder yang dikenal dengan pendekatan visual dalam proses pembuatan website. Platform ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari company profile, bisnis jasa, portofolio hingga toko online.
Salah satu kelebihan Wix adalah fleksibilitas desainnya. Pengguna dapat memilih template kemudian mengubah berbagai elemen agar sesuai dengan identitas brand. Hal ini membuat Wix menarik untuk bisnis yang ingin mempunyai tampilan website lebih personal tanpa harus mengembangkan website dari awal.
Wix juga memiliki ekosistem fitur bisnis seperti ecommerce, booking, marketing dan SEO. Bagi UMKM yang berkembang, keberadaan berbagai fitur tersebut dapat membantu website tidak hanya berfungsi sebagai profil bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari aktivitas pemasaran dan penjualan.
Kelebihan Wix:
- Editor visual mudah digunakan.
- Pilihan desain dan template beragam.
- Mendukung ecommerce.
- Tersedia fitur SEO.
- Memiliki berbagai aplikasi dan integrasi bisnis.
- Bisa digunakan untuk website jasa maupun toko online.
Cocok untuk: UMKM yang mengutamakan kemudahan desain sekaligus membutuhkan berbagai fitur bisnis dalam satu platform.
3. WordPress.com
WordPress.com menjadi alternatif menarik untuk UMKM yang ingin membangun website dengan kemungkinan pengembangan jangka panjang.
WordPress terkenal dengan ekosistemnya yang luas. Website dapat digunakan untuk company profile, blog bisnis, portal informasi, katalog produk hingga ecommerce.
Untuk bisnis yang ingin berjualan online, WordPress.com juga menyediakan solusi ecommerce dan dukungan WooCommerce pada paket yang sesuai. Hal ini memungkinkan website dikembangkan menjadi toko online dengan fitur produk, transaksi, pemasaran, dan fungsi ecommerce lainnya.
Kekuatan lain WordPress adalah pengelolaan konten. Karena itu, platform ini menarik bagi UMKM yang berencana menjalankan strategi content marketing dan SEO secara rutin melalui artikel.
Kelebihan WordPress.com:
- Fleksibel untuk berbagai jenis website.
- Cocok untuk pengelolaan blog dan artikel.
- Dapat dikembangkan untuk ecommerce.
- Mendukung berbagai kebutuhan SEO.
- Ekosistem tema dan plugin luas pada paket yang mendukungnya.
- Cocok dikembangkan seiring pertumbuhan bisnis.
Cocok untuk: UMKM yang ingin menjadikan website sebagai aset digital jangka panjang, terutama bisnis yang berencana aktif membuat konten dan mengembangkan fitur website.
4. Shopify
Jika tujuan utama website adalah berjualan secara online, Shopify menjadi salah satu platform yang patut dipertimbangkan.
Berbeda dari website builder yang lebih berorientasi pada website umum, Shopify sejak awal dirancang dengan fokus ecommerce. Pengguna dapat membuat storefront, memasukkan produk, mengatur pembayaran, dan menjalankan berbagai aktivitas toko online.
Shopify menyediakan editor toko, template yang dapat disesuaikan, fitur berbasis AI, domain kustom, SEO, pembayaran, pengiriman, analytics, dan inventory management. Menurut halaman resminya, pengguna juga tidak membutuhkan kemampuan coding untuk menggunakan website builder dasarnya.
Hal tersebut membuat Shopify relevan bagi UMKM yang mempunyai banyak produk atau ingin menjadikan toko online sebagai saluran penjualan utama.
Kelebihan Shopify:
- Fokus pada ecommerce.
- Manajemen produk dan inventaris.
- Mendukung pembayaran online.
- Tersedia berbagai template toko.
- Memiliki fitur SEO dan marketing.
- Dapat dikembangkan seiring meningkatnya kebutuhan toko.
Cocok untuk: UMKM yang fokus berjualan online dan membutuhkan sistem ecommerce lebih lengkap.
5. Squarespace
Squarespace dapat menjadi pilihan bagi UMKM yang sangat memperhatikan visual dan identitas brand.
Platform ini menawarkan berbagai template dengan tampilan modern yang dapat digunakan untuk membuat website bisnis, portofolio, layanan profesional, maupun ecommerce.
Squarespace juga menawarkan fitur untuk menjual produk dan layanan serta kebutuhan bisnis lainnya. Karena desain menjadi salah satu kekuatannya, platform ini dapat dipertimbangkan oleh bisnis yang produknya membutuhkan presentasi visual menarik.
Misalnya bisnis fashion, fotografi, kerajinan, studio kreatif, interior, kecantikan, makanan, maupun personal brand.
Kelebihan Squarespace:
- Template memiliki tampilan profesional.
- Editor website relatif praktis.
- Mendukung ecommerce.
- Bisa digunakan untuk menjual produk maupun layanan.
- Cocok untuk menampilkan portofolio.
- Mendukung kebutuhan branding bisnis.
Cocok untuk: UMKM kreatif dan bisnis yang mengutamakan tampilan visual website.
6. Canva Websites
Canva Websites dapat menjadi alternatif bagi pemilik UMKM yang sudah terbiasa membuat desain menggunakan Canva.
Proses pembuatan website dibuat sangat visual. Pengguna dapat memilih template kemudian mengubah teks, foto, ilustrasi, warna, dan berbagai elemen desain lainnya.
Untuk kebutuhan sederhana seperti landing page promosi, halaman profil bisnis, portofolio, katalog sederhana, halaman event atau campaign, pendekatan seperti ini dapat membantu UMKM membuat halaman web dengan cepat.
Namun, kebutuhan website harus tetap diperhatikan. Untuk bisnis yang membutuhkan ecommerce kompleks, database besar, atau fungsi website khusus, platform yang lebih berorientasi pada ecommerce atau pengembangan website mungkin lebih sesuai.
Kelebihan Canva Websites:
- Sangat mudah dipelajari.
- Menggunakan editor visual.
- Banyak template dan aset desain.
- Praktis untuk membuat landing page.
- Cocok untuk campaign dan profil bisnis.
- Tidak membutuhkan kemampuan coding.
Cocok untuk: UMKM yang membutuhkan website atau landing page sederhana dengan fokus utama pada visual dan promosi.
7. Webflow
Webflow menawarkan pendekatan berbeda dibanding website builder sederhana. Platform ini memberikan kontrol visual yang lebih luas terhadap desain dan struktur website.
Webflow juga mempunyai CMS yang dapat digunakan untuk mengelola konten dinamis. Dengan kemampuan tersebut, bisnis dapat membangun struktur website yang lebih kompleks sekaligus tetap mengelola kontennya melalui sistem visual.
Fleksibilitas tersebut memang memberikan lebih banyak ruang untuk menciptakan desain khusus. Namun, proses mempelajari Webflow cenderung membutuhkan pemahaman desain website yang lebih baik dibanding platform yang benar-benar ditujukan untuk pengguna pemula.
Karena itu, Webflow dapat menjadi pilihan untuk UMKM yang sudah berkembang atau mempunyai anggota tim yang memahami dasar desain website.
Kelebihan Webflow:
- Kontrol desain lebih fleksibel.
- Memiliki visual CMS.
- Mendukung pengelolaan konten dinamis.
- Cocok untuk membuat website dengan desain khusus.
- Mendukung ecommerce.
- Dapat digunakan untuk website bisnis yang lebih kompleks.
Cocok untuk: UMKM, startup, atau brand yang membutuhkan fleksibilitas desain lebih tinggi dan siap menghadapi proses belajar yang sedikit lebih teknis.
Perbandingan Website Builder untuk UMKM
Berikut gambaran sederhana untuk membantu menentukan platform berdasarkan kebutuhan bisnis.
| Website Builder | Keunggulan Utama | Tingkat Kemudahan | Cocok untuk |
|---|---|---|---|
| Hostinger | AI, hosting, SEO dan ecommerce terintegrasi | Mudah | UMKM pemula dan bisnis umum |
| Wix | Fleksibilitas desain dan fitur bisnis | Mudah | Bisnis jasa dan UMKM |
| WordPress.com | Konten dan fleksibilitas pengembangan | Mudah–Menengah | Blog, bisnis dan website jangka panjang |
| Shopify | Sistem ecommerce | Mudah–Menengah | Toko online |
| Squarespace | Desain dan branding | Mudah | Bisnis kreatif |
| Canva Websites | Desain sederhana dan praktis | Sangat mudah | Landing page dan profil bisnis |
| Webflow | Fleksibilitas desain dan CMS | Menengah | Brand dengan kebutuhan desain khusus |
Tips Memilih Website Builder untuk UMKM
Jangan menentukan website builder hanya berdasarkan popularitas. Platform yang tepat adalah platform yang fiturnya sesuai dengan kebutuhan bisnis.
Pertama, tentukan tujuan utama website. Jika website hanya digunakan sebagai profil perusahaan, kebutuhan teknisnya tentu berbeda dari toko online yang mempunyai ratusan produk.
Kedua, perhatikan kemudahan pengelolaan. Website UMKM idealnya dapat diperbarui tanpa harus selalu meminta bantuan developer hanya untuk mengganti gambar, harga, atau deskripsi produk.
Ketiga, periksa fitur SEO. Website yang bagus secara visual belum tentu mudah ditemukan melalui mesin pencari. Pastikan tersedia pengaturan dasar seperti title, meta description, alt text gambar, struktur halaman, dan sitemap.
Keempat, pertimbangkan fitur ecommerce apabila bisnis berjualan secara online. Perhatikan kemampuan pengelolaan produk, pembayaran, stok, pesanan, pengiriman, hingga analytics.
Kelima, jangan hanya melihat harga awal. Periksa juga biaya perpanjangan, domain, fitur premium, aplikasi tambahan, transaksi, dan kebutuhan upgrade ketika bisnis berkembang.
Terakhir, pilih platform yang dapat mengikuti perkembangan bisnis. Website yang awalnya hanya berisi lima halaman mungkin suatu saat membutuhkan blog, katalog yang lebih besar, formulir leads, booking, ecommerce, atau integrasi marketing.
Website Builder Mana yang Cocok untuk UMKM?
Tidak ada satu website builder yang otomatis paling sesuai untuk semua UMKM karena kebutuhan setiap bisnis berbeda.
Hostinger Website Builder menarik bagi pemula yang membutuhkan kemudahan dan berbagai fitur dalam satu ekosistem. Wix dapat dipertimbangkan ketika bisnis menginginkan editor visual dan fitur bisnis yang beragam, sementara WordPress.com menarik untuk website yang ingin dikembangkan bersama strategi konten.
Untuk bisnis yang fokus pada ecommerce, Shopify menyediakan ekosistem yang memang dibangun untuk penjualan online. Squarespace dapat dipertimbangkan ketika presentasi visual dan branding menjadi prioritas, sedangkan Canva Websites cocok untuk kebutuhan landing page atau website sederhana. Sementara itu, Webflow memberikan fleksibilitas lebih tinggi bagi bisnis yang membutuhkan desain khusus.
Sebelum memilih, tentukan terlebih dahulu fungsi website, jumlah produk atau layanan, kebutuhan SEO, kemampuan teknis tim, serta anggaran yang tersedia. Dengan pertimbangan tersebut, UMKM dapat memilih website builder yang bukan hanya mudah digunakan saat ini, tetapi juga mampu mendukung perkembangan bisnis dalam jangka panjang.
