AI Technology

7 Rekomendasi AI untuk Membuat Konten Marketing

–

7 Rekomendasi AI untuk Membuat Konten Marketing untuk Bisnis dan Digital Marketing

Perkembangan artificial intelligence (AI) membawa perubahan besar dalam cara bisnis membuat dan mengelola konten marketing. Jika sebelumnya proses mencari ide, menulis caption, membuat artikel, menyusun email marketing, hingga mendesain konten membutuhkan waktu cukup panjang, kini sebagian pekerjaan tersebut dapat dibantu menggunakan AI. Teknologi ini memungkinkan marketer menghasilkan ide dan draft konten dengan lebih cepat sekaligus menyesuaikannya dengan target audiens maupun karakter sebuah brand.

Namun, setiap AI memiliki fungsi dan keunggulan yang berbeda. Ada AI yang lebih fleksibel untuk brainstorming dan copywriting, ada yang berfokus pada konsistensi brand, sementara platform lainnya lebih cocok digunakan untuk membuat konten visual. Karena itu, memilih AI untuk membuat konten marketing sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan jenis konten yang akan diproduksi. Berikut tujuh rekomendasi AI yang dapat dipertimbangkan.

Mengapa AI Mulai Banyak Digunakan untuk Konten Marketing?

AI tidak hanya digunakan untuk menghasilkan tulisan secara otomatis. Dalam praktik content marketing, teknologi ini dapat membantu hampir seluruh tahapan produksi konten, mulai dari mencari ide sampai mengolah satu materi menjadi beberapa format berbeda.

Misalnya, marketer dapat memasukkan informasi mengenai produk, target audiens, tujuan campaign, dan gaya komunikasi yang diinginkan. AI kemudian dapat membantu menghasilkan ide headline, caption media sosial, draft artikel, email marketing, hingga variasi copy untuk kebutuhan pengujian.

OpenAI sendiri menjelaskan bahwa tim marketing dapat menggunakan ChatGPT untuk bergerak dari proses ide, penyusunan brief, pembuatan aset hingga analisis performa campaign. AI juga dapat digunakan untuk membuat beberapa variasi materi yang nantinya tetap perlu ditinjau dan disempurnakan oleh manusia.

Karena itu, penggunaan AI sebaiknya diposisikan sebagai alat pendukung produktivitas, bukan pengganti sepenuhnya kreativitas dan strategi marketer. Konten tetap perlu diperiksa dari sisi fakta, tone of voice, konteks, dan kesesuaiannya dengan audiens.

1. ChatGPT

ChatGPT menjadi salah satu AI yang fleksibel untuk berbagai kebutuhan content marketing. Marketer dapat menggunakannya sejak tahap brainstorming sampai penyempurnaan materi sebelum dipublikasikan.

Dalam panduan resminya untuk marketing teams, OpenAI menyebut beberapa penggunaan ChatGPT seperti membuat landing page, email campaign, iklan, product messaging, content plan, headline, hingga menganalisis performa campaign.

Hal yang membuat ChatGPT menarik adalah fleksibilitas prompt-nya. Pengguna dapat memberikan informasi mengenai target audiens, produk, tujuan marketing, gaya bahasa, platform yang digunakan, dan format output yang dibutuhkan.

Sebagai contoh, sebuah UMKM dapat meminta AI membuat kalender konten Instagram selama satu bulan. Setiap ide kemudian dapat dikembangkan lagi menjadi caption, headline, konsep visual, dan CTA.

Kelebihan ChatGPT untuk Marketing

  • Cocok untuk brainstorming ide konten.
  • Membantu membuat caption dan copywriting.
  • Dapat membuat draft artikel dan landing page.
  • Membantu menyusun email marketing.
  • Bisa menyesuaikan tone dengan target audiens.
  • Dapat membantu mengembangkan campaign brief.
  • Fleksibel untuk berbagai jenis bisnis.

ChatGPT cocok digunakan oleh content writer, social media specialist, digital marketer, pemilik UMKM, freelancer, maupun tim marketing perusahaan.

2. Jasper

Jika mencari AI yang memang banyak diarahkan untuk kebutuhan marketing, Jasper menjadi salah satu platform yang menarik untuk dipertimbangkan.

Salah satu fitur yang menonjol adalah Brand Voice. Pengguna dapat memberikan contoh tulisan atau materi brand sehingga Jasper dapat mempelajari karakter tone, gaya, dan karakteristik tulisan tersebut.

Jasper juga memiliki Jasper IQ yang menyimpan konteks seperti Brand Voice, audience, style guide, knowledge base, informasi produk, hingga pedoman visual. Konteks tersebut kemudian dapat diterapkan ketika AI menghasilkan materi marketing.

Kemampuan ini menjadi penting ketika perusahaan memproduksi konten dalam jumlah besar. Konten Instagram, blog, email, maupun materi campaign tetap membutuhkan karakter komunikasi yang konsisten agar mudah dikenali audiens.

Jasper juga menyediakan penggunaan untuk pembuatan blog post dan social media campaign sehingga cukup relevan untuk tim yang mengelola banyak channel pemasaran.

Kelebihan Jasper

  • Dirancang dengan kebutuhan marketer sebagai salah satu fokusnya.
  • Memiliki fitur Brand Voice.
  • Mendukung pengelolaan audience.
  • Membantu menjaga konsistensi komunikasi brand.
  • Cocok untuk produksi konten dalam skala besar.
  • Bisa digunakan untuk blog dan social media campaign.

Jasper dapat menjadi pilihan untuk marketing agency, startup, brand, perusahaan, dan tim content marketing yang membutuhkan produksi konten dengan pedoman brand yang konsisten.

3. Canva Magic Studio

Content marketing bukan hanya tentang tulisan. Visual juga memiliki peran besar dalam menarik perhatian audiens, terutama pada Instagram, TikTok, Facebook, maupun platform digital lainnya.

Untuk kebutuhan tersebut, Canva Magic Studio menjadi salah satu pilihan menarik.

Canva menggabungkan berbagai kemampuan berbasis AI dengan ekosistem desainnya. Pengguna dapat memanfaatkan AI untuk mempercepat proses pembuatan materi kreatif tanpa harus memulai setiap desain dari halaman kosong.

Hal tersebut sangat berguna bagi UMKM atau tim marketing kecil yang belum memiliki desainer khusus. Setelah mendapatkan ide dan copy konten, pengguna dapat melanjutkan proses produksi visual dalam platform yang sama.

Beberapa materi marketing yang dapat dibuat menggunakan Canva antara lain:

  • Konten Instagram.
  • Instagram Story.
  • Poster promosi.
  • Banner website.
  • Presentasi marketing.
  • Video promosi.
  • Infografis.
  • Materi campaign.

Canva juga memiliki banyak template yang dapat membantu mempercepat proses produksi.

Kelebihan Canva Magic Studio

Keunggulan terbesarnya adalah menggabungkan AI dengan workflow desain yang relatif mudah digunakan. Pengguna tidak harus mempunyai kemampuan desain profesional untuk mulai membuat materi visual.

Platform ini cocok untuk social media specialist, UMKM, content creator, freelancer, dan tim marketing yang rutin memproduksi visual.

4. HubSpot Breeze

Untuk perusahaan yang menggunakan content marketing sebagai bagian dari sistem pemasaran yang lebih luas, HubSpot Breeze dapat dipertimbangkan.

Breeze merupakan teknologi AI yang terintegrasi dengan ekosistem HubSpot.

Berdasarkan dokumentasi HubSpot, Breeze dapat membantu menghasilkan maupun menyempurnakan konten untuk halaman website, artikel blog, knowledge base, CTA, dan berbagai jenis materi lainnya.

Kemampuan seperti ini berguna ketika perusahaan tidak hanya membuat konten untuk mendapatkan engagement, tetapi juga menghubungkannya dengan proses pemasaran dan pengelolaan pelanggan.

Contohnya, sebuah perusahaan dapat membuat artikel edukasi untuk menarik pengunjung website, kemudian mengarahkan pembaca menuju CTA atau landing page yang menjadi bagian dari funnel marketing.

Breeze juga dapat membantu memperbaiki konten yang sudah tersedia, misalnya dengan mengubah tone atau mempersingkat tulisan agar lebih mudah dibaca.

Kelebihan HubSpot Breeze

  • Terintegrasi dengan ekosistem HubSpot.
  • Bisa membantu membuat artikel blog.
  • Membantu pembuatan halaman website.
  • Dapat digunakan untuk CTA.
  • Membantu memperbaiki konten yang sudah ada.
  • Cocok untuk workflow marketing dan sales.

HubSpot Breeze lebih relevan untuk perusahaan, startup, B2B, dan tim marketing yang menggunakan CRM serta inbound marketing.

5. Copy.ai

Rekomendasi berikutnya adalah Copy.ai. Platform ini berkembang dari sekadar generator copy menjadi platform yang menawarkan workflow untuk berbagai pekerjaan marketing.

Dalam proses content marketing, pekerjaan yang dilakukan biasanya tidak berhenti pada satu tulisan.

Sebuah artikel, misalnya, dapat dikembangkan menjadi posting LinkedIn, beberapa caption Instagram, email newsletter, ringkasan, atau materi promosi lainnya.

Konsep workflow seperti ini dapat membantu perusahaan mengurangi pekerjaan berulang.

Misalnya, tim marketing memiliki satu artikel panjang mengenai produk terbaru. Konten tersebut kemudian dapat dijadikan dasar untuk menghasilkan beberapa materi pendukung yang digunakan pada channel berbeda.

Penggunaan Copy.ai untuk Marketing

Copy.ai dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan seperti:

  • Content brief.
  • Draft artikel.
  • Repurposing content.
  • Copy marketing.
  • Ide konten.
  • Workflow pembuatan materi.
  • Materi go-to-market.

Pendekatan tersebut membuat Copy.ai menarik bagi perusahaan yang memproduksi konten dalam jumlah besar dan memiliki proses marketing berulang.

Kelebihan Copy.ai

  • Berorientasi pada workflow.
  • Membantu mempercepat pekerjaan berulang.
  • Cocok untuk repurposing konten.
  • Mendukung proses produksi konten marketing.
  • Berguna untuk tim yang mengelola banyak materi.

Platform ini cocok untuk content team, marketing agency, startup, dan perusahaan dengan kebutuhan produksi konten rutin.

6. Grammarly

AI dapat membantu menghasilkan draft dengan cepat. Namun, draft pertama belum tentu langsung siap dipublikasikan.

Di sinilah Grammarly dapat berperan.

Grammarly dikenal sebagai alat bantu menulis, tetapi kemampuan AI-nya membuat platform ini juga relevan untuk proses content marketing. Pengguna dapat menggunakannya untuk membantu brainstorming, memperbaiki tulisan, menulis ulang materi, dan menyesuaikan gaya komunikasi.

Bagi perusahaan, konsistensi gaya komunikasi merupakan aspek penting. Konten website, email, landing page, maupun media sosial idealnya tetap mencerminkan identitas komunikasi yang sama.

Fitur seperti Brand Tones dapat membantu tim mempertahankan karakter tulisan tersebut.

Grammarly juga berguna sebagai bagian dari tahap akhir produksi konten. Setelah draft dibuat menggunakan AI lain, tulisan dapat diperiksa dan disempurnakan sebelum masuk tahap publikasi.

Kelebihan Grammarly

  • Membantu memperbaiki kualitas tulisan.
  • Berguna untuk rewriting.
  • Membantu menjaga tone tulisan.
  • Cocok untuk proses editing.
  • Dapat mendukung konsistensi komunikasi brand.
  • Berguna untuk email, website, dan konten marketing lainnya.

Grammarly cocok digunakan oleh content writer, copywriter, marketer, perusahaan internasional, maupun tim yang banyak memproduksi konten berbahasa Inggris.

7. Adobe Express

Rekomendasi terakhir adalah Adobe Express, platform yang dapat membantu proses pembuatan konten visual untuk marketing.

Adobe Express menggabungkan kemampuan desain dengan fitur berbasis AI sehingga dapat digunakan untuk membuat berbagai materi digital dengan lebih cepat.

Dalam content marketing, platform ini dapat dimanfaatkan untuk membuat social media post, video pendek, poster, materi iklan, maupun aset visual lainnya.

Adobe Express juga menyediakan fitur untuk membantu pembuatan caption dan pengelolaan konten media sosial. Hal tersebut membuat workflow dari pembuatan visual sampai distribusi konten menjadi lebih praktis.

Kelebihan Adobe Express

  • Cocok untuk pembuatan konten visual.
  • Mendukung social media content.
  • Dapat digunakan membuat video marketing.
  • Membantu menghasilkan variasi materi kreatif.
  • Terintegrasi dengan ekosistem Adobe.
  • Cocok untuk kebutuhan desain yang cepat.

Adobe Express dapat dipertimbangkan oleh social media manager, content creator, UMKM, freelancer, maupun tim creative marketing.

Perbandingan AI untuk Membuat Konten Marketing

Berikut gambaran sederhana untuk membantu menentukan platform berdasarkan kebutuhan utama.

AIKebutuhan UtamaCocok Digunakan Untuk
ChatGPTIde dan produksi kontenArtikel, caption, campaign, email, copywriting
JasperBrand marketingBrand voice, campaign, blog, social media
Canva Magic StudioKonten visualSocial media, poster, video, banner
HubSpot BreezeMarketing terintegrasiBlog, website, CTA, marketing content
Copy.aiWorkflow kontenContent brief, repurposing, marketing workflow
GrammarlyEditing tulisanRewriting, tone, editing marketing copy
Adobe ExpressCreative contentSocial post, video, desain promosi

Bagaimana Memilih AI untuk Content Marketing?

Tidak ada satu AI yang otomatis menjadi pilihan paling sesuai untuk seluruh kebutuhan marketing. Platform sebaiknya dipilih berdasarkan workflow yang ingin dipercepat.

Jika kebutuhan utama adalah mencari ide, menulis artikel, caption, copy iklan, dan melakukan brainstorming campaign, AI percakapan yang fleksibel seperti ChatGPT dapat dipertimbangkan.

Sementara itu, perusahaan dengan aturan komunikasi brand yang kompleks dapat mempertimbangkan platform yang menyediakan pengelolaan brand voice seperti Jasper.

Untuk kebutuhan desain visual, Canva Magic Studio dan Adobe Express lebih relevan karena keduanya memiliki ekosistem desain yang dapat digunakan untuk membuat materi marketing.

Jika perusahaan sudah menggunakan CRM dan ingin mengintegrasikan pembuatan konten dengan aktivitas marketing lainnya, HubSpot Breeze dapat menjadi alternatif.

Sedangkan Copy.ai dapat dipertimbangkan ketika tantangan utama berada pada workflow produksi dan repurposing konten.

Grammarly mempunyai posisi yang sedikit berbeda. Platform ini lebih menarik sebagai pendamping untuk memastikan tulisan menjadi lebih jelas, konsisten, dan sesuai tone sebelum dipublikasikan.

Tips Menggunakan AI untuk Membuat Konten Marketing

Meskipun AI dapat mempercepat produksi konten, kualitas hasil akhirnya sangat bergantung pada informasi yang diberikan pengguna.

Hindari prompt yang terlalu sederhana seperti “buatkan caption produk ini.” Berikan konteks yang lebih lengkap mengenai produk, target audiens, tujuan konten, platform, tone of voice, CTA, dan batas panjang tulisan.

Sebagai gambaran, instruksi dapat menjelaskan bahwa konten ditujukan untuk audiens pemula berusia tertentu, digunakan pada Instagram, memiliki tujuan meningkatkan awareness, menggunakan gaya bahasa santai, dan diakhiri CTA tertentu.

Semakin jelas konteksnya, semakin mudah AI menghasilkan draft yang mendekati kebutuhan.

Selain itu, lakukan beberapa langkah penting sebelum konten dipublikasikan:

  1. Periksa kembali fakta. AI masih dapat menghasilkan informasi yang keliru atau tidak sesuai konteks.
  2. Sesuaikan dengan brand voice. Jangan langsung menggunakan output mentah tanpa editing.
  3. Tambahkan pengalaman manusia. Insight, studi kasus, data internal, dan pengalaman nyata dapat membuat konten lebih bernilai.
  4. Hindari produksi konten secara massal tanpa quality control. Banyak konten tidak selalu berarti strategi marketing menjadi lebih efektif.
  5. Pantau performa konten. Gunakan engagement, conversion, traffic, leads, atau metrik lain untuk mengevaluasi efektivitas materi.

AI Membantu Marketer Bekerja Lebih Efisien

Kehadiran AI membuat proses produksi konten marketing dapat dilakukan dengan lebih efisien. Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak tahapan manual, seperti brainstorming, membuat draft, menyesuaikan format, mengedit tulisan, dan membuat visual kini dapat dibantu dengan berbagai tools AI.

ChatGPT, Jasper, Canva Magic Studio, HubSpot Breeze, Copy.ai, Grammarly, dan Adobe Express mempunyai karakteristik yang berbeda. Karena itu, bisnis tidak harus menggunakan semuanya sekaligus. Pilih platform berdasarkan masalah yang ingin diselesaikan dan workflow marketing yang paling sering dilakukan.

Hal terpenting adalah tetap menempatkan manusia sebagai pengambil keputusan akhir. AI dapat mempercepat proses produksi, tetapi pemahaman terhadap audiens, kreativitas, strategi brand, validasi informasi, dan evaluasi performa tetap membutuhkan pertimbangan manusia.

Facebook
Twitter
LinkedIn