Programmer

10 Game Engine Terbaik untuk Membuat Game, Nomor 1–5 Gratis!

–

game

Membuat game saat ini tidak lagi harus dimulai dengan membangun seluruh teknologi dari nol. Pengembang dapat memanfaatkan game engine untuk menangani berbagai kebutuhan seperti rendering grafis, fisika, animasi, audio, input pemain, pengelolaan aset, scripting, hingga proses ekspor ke berbagai platform. Karena itu, pemilihan game engine menjadi salah satu keputusan penting sebelum sebuah proyek game dikembangkan.

Menariknya, tersedia banyak game engine yang dapat digunakan secara gratis, baik sepenuhnya gratis maupun melalui model free tier dengan batasan tertentu. Godot, misalnya, menggunakan lisensi MIT yang memungkinkan penggunaan komersial tanpa pembayaran royalti kepada pengembang engine. Defold juga menyatakan bahwa produknya akan tetap gratis tanpa biaya lisensi, langganan, maupun royalti.

Sementara itu, engine seperti Unity, Unreal Engine, dan GameMaker memiliki model gratis dengan ketentuan berbeda. Unity Personal pada 2026 tersedia untuk pengguna dengan revenue dan funding hingga US$200.000 dalam 12 bulan terakhir, sedangkan Unreal Engine menerapkan royalti setelah produk mencapai US$1 juta gross product revenue.

Berikut 10 game engine yang dapat dipertimbangkan, mulai dari engine open-source untuk pemula hingga teknologi yang digunakan untuk proyek 3D dengan kebutuhan grafis tinggi.

1. Godot Engine

Godot Engine merupakan game engine open-source yang dapat digunakan untuk membuat game 2D maupun 3D. Salah satu karakteristik utamanya adalah sistem scene dan node yang membuat berbagai objek serta hubungan antarobjek dalam game dapat dikelola secara terstruktur.

Godot dirilis di bawah lisensi MIT. Pengembang bebas menggunakan, memodifikasi, mendistribusikan, bahkan menggunakan Godot untuk proyek komersial. Game yang dibuat dengan Godot juga tetap menjadi milik pembuatnya.

Kelebihan Godot Engine

Salah satu daya tarik Godot adalah sifatnya yang open-source dan tidak mengenakan royalti berdasarkan pendapatan game. Engine ini juga memiliki editor 2D dan 3D yang terintegrasi.

Untuk scripting, Godot menyediakan GDScript yang dirancang khusus untuk kebutuhan pengembangan game. Selain GDScript, Godot juga mendukung C# dan melalui GDExtension memungkinkan penggunaan bahasa seperti C++, Rust, Swift, dan lainnya.

Cocok untuk Game Apa?

Godot sangat cocok untuk game 2D seperti platformer, RPG, puzzle, roguelike, simulasi, dan game mobile. Engine ini juga mampu menangani game 3D.

Godot menyediakan renderer Compatibility, Mobile, dan Forward+ sehingga pengembang dapat memilih teknologi rendering sesuai kebutuhan perangkat.

Biaya

Gratis dan open-source. Tidak ada batas pendapatan yang mengharuskan pengembang berpindah ke paket berbayar.

2. Unity

Unity merupakan salah satu game engine yang paling banyak digunakan untuk pengembangan game lintas platform. Unity dapat digunakan untuk membuat game 2D dan 3D serta mendukung berbagai platform desktop, mobile, web, dan konsol.

Salah satu keunggulannya adalah ekosistem yang besar. Pengembang dapat memanfaatkan dokumentasi, komunitas, plugin, serta berbagai aset dan solusi pengembangan yang tersedia dalam ekosistem Unity.

Kelebihan Unity

Unity menggunakan C# sebagai bahasa scripting utama. Bahasa tersebut relatif populer dan juga digunakan di luar pengembangan game sehingga keterampilan yang dipelajari dapat diterapkan ke berbagai jenis pengembangan perangkat lunak.

Unity juga menawarkan workflow yang cukup fleksibel untuk game 2D dan 3D. Hal tersebut membuatnya digunakan oleh pengembang indie hingga studio dengan proyek yang lebih besar.

Batasan Paket Gratis

Unity Personal tersedia secara gratis bagi pengguna yang memenuhi batas finansial tertentu. Untuk 2026, batas finansial Unity Personal adalah US$200.000 untuk revenue dan funding dalam periode 12 bulan terakhir. Jika melewati batas tersebut, pengguna perlu menggunakan paket Unity Pro sesuai ketentuan lisensi Unity.

Dengan demikian, istilah “gratis” pada Unity perlu dipahami sebagai free tier dengan persyaratan, bukan lisensi gratis tanpa batas.

Cocok untuk Game Apa?

Unity dapat digunakan untuk game mobile, PC, game 2D, game 3D, augmented reality, virtual reality, hingga berbagai proyek interaktif di luar game.

Biaya

Gratis melalui Unity Personal selama memenuhi batas revenue dan funding yang berlaku. Unity Pro pada 2026 tercantum sebesar US$2.310 per seat per tahun atau US$210 per bulan.

3. Unreal Engine

Unreal Engine merupakan game engine yang dikenal dengan kemampuan rendering 3D berkualitas tinggi. Engine ini dikembangkan oleh Epic Games dan banyak digunakan untuk proyek game dengan kebutuhan visual kompleks.

Unreal Engine menyediakan berbagai teknologi untuk rendering, pencahayaan, material, animasi, physics, audio, dan pengembangan lingkungan 3D.

Kelebihan Unreal Engine

Kekuatan utama Unreal Engine terletak pada kemampuan grafis dan toolset untuk pengembangan 3D. Engine ini juga menyediakan Blueprint Visual Scripting yang memungkinkan pengembang membuat logika gameplay melalui sistem visual tanpa harus menulis seluruh kode secara manual.

Untuk pengembangan yang membutuhkan kontrol lebih mendalam, Unreal Engine juga mendukung pemrograman menggunakan C++.

Model Royalti Unreal Engine

Unreal Engine dapat digunakan tanpa biaya awal untuk pengembang game yang berada dalam ketentuan lisensi standar. Namun, royalti berlaku ketika produk mencapai lebih dari US$1 juta gross product revenue.

Hal ini membuat Unreal Engine menarik untuk tahap belajar, prototyping, maupun pengembangan game komersial, tetapi pengembang perlu memahami aturan royalti sebelum merilis produk yang menghasilkan pendapatan besar.

Cocok untuk Game Apa?

Unreal Engine sangat sesuai untuk game 3D dengan kebutuhan visual tinggi, seperti action game, shooter, survival, open-world, simulator, dan proyek yang membutuhkan lingkungan 3D kompleks.

Biaya

Gratis untuk memulai dengan ketentuan lisensi. Royalti berlaku setelah melewati ambang pendapatan yang ditentukan.

4. GameMaker

GameMaker merupakan game engine yang dikenal karena pendekatannya yang relatif mudah dipelajari, khususnya untuk pengembangan game 2D.

Engine ini menyediakan editor visual sekaligus bahasa pemrograman GameMaker Language atau GML. Kombinasi keduanya memungkinkan pemula memulai dengan workflow yang sederhana kemudian beralih ke scripting ketika membutuhkan mekanik gameplay yang lebih kompleks.

Kelebihan GameMaker

GameMaker memiliki berbagai tool untuk pembuatan sprite, room, object, animation, audio, dan gameplay. Workflow tersebut sangat sesuai untuk game 2D sehingga pengembang dapat berkonsentrasi pada desain permainan tanpa harus membangun sistem dasar dari awal.

GML juga dapat digunakan untuk membuat mekanik seperti movement, inventory, combat, AI, dialog, dan sistem permainan lainnya.

Gratis untuk Belajar

GameMaker dapat digunakan secara gratis untuk penggunaan non-komersial. Pengguna juga dapat membuat dan membagikan proyek selama tidak menghasilkan uang dari proyek tersebut.

Jika game akan dijual secara komersial, GameMaker Professional diperlukan. Harga yang tercantum saat ini adalah US$99,99 untuk lisensi Professional dengan pembayaran satu kali, sementara pengembangan untuk konsol membutuhkan Enterprise.

Cocok untuk Game Apa?

GameMaker sangat cocok untuk platformer 2D, RPG 2D, arcade, puzzle, action, roguelike, dan game indie.

Biaya

Gratis untuk penggunaan non-komersial. Pengembangan komersial memerlukan lisensi Professional.

5. Buildbox

Buildbox merupakan game development tool yang mengutamakan pendekatan no-code. Pengguna dapat membangun game menggunakan sistem visual, drag-and-drop, Smart Assets, Brainboxes, dan berbagai komponen yang sudah tersedia.

Pendekatan ini membuat Buildbox menarik bagi orang yang memiliki ide game tetapi belum memiliki kemampuan pemrograman yang kuat.

Kelebihan Buildbox

Buildbox dapat digunakan untuk membuat game 2D dan 3D. Pengembang dapat menyusun objek, dunia, mekanik, dan berbagai elemen game menggunakan antarmuka visual.

Buildbox sendiri menyediakan versi gratis yang memungkinkan pengguna mulai membuat game tanpa harus langsung berlangganan. Situs resminya juga menjelaskan bahwa Buildbox mendukung workflow no-code serta pembuatan game 2D dan 3D.

Namun, fitur dan kemampuan ekspor dapat berbeda berdasarkan paket yang digunakan. Paket berbayar menyediakan lebih banyak world, scene, dan pilihan ekspor.

Cocok untuk Game Apa?

Buildbox cocok untuk pemula yang ingin membuat prototipe atau game mobile dengan workflow visual.

Engine ini dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin mempelajari dasar desain game tanpa langsung berhadapan dengan kode.

Biaya

Tersedia versi gratis, sementara fitur tambahan dan kapasitas ekspor tersedia melalui paket berbayar.

6. CRYENGINE

CRYENGINE merupakan game engine yang dikenal dengan kemampuan rendering 3D dan teknologi visual yang kuat. Engine ini berasal dari Crytek dan telah digunakan pada berbagai proyek yang membutuhkan kualitas grafis tinggi.

Kelebihan CRYENGINE

CRYENGINE menyediakan akses terhadap source code engine dan berbagai fitur untuk pengembangan game 3D. Teknologinya dirancang untuk menangani lingkungan game dengan visual kompleks.

Salah satu kekuatannya adalah kemampuan rendering dan pembangunan lingkungan 3D yang detail.

Model Royalti

CRYENGINE dapat digunakan tanpa biaya awal, tetapi menerapkan royalti 5 persen. Pengembang mendapatkan pembebasan royalti untuk US$5.000 pertama dari gross receipts tahunan per game.

Artinya, CRYENGINE tidak sepenuhnya bebas royalti untuk proyek komersial yang menghasilkan pendapatan di atas ambang tersebut.

Cocok untuk Game Apa?

CRYENGINE cocok untuk proyek 3D dengan kebutuhan visual tinggi, seperti shooter, action, survival, dan game yang membutuhkan lingkungan realistis.

7. Cocos Creator

Cocos Creator merupakan engine lintas platform yang berfokus pada pengembangan game 2D dan 3D. Cocos menonjolkan performa, ukuran yang relatif ringan, serta dukungan untuk pengembangan lintas platform.

Cocos Creator juga memiliki editor terpadu sehingga desain, scripting, animasi, scene, dan berbagai elemen game dapat dikelola dalam satu lingkungan.

Kelebihan Cocos Creator

Cocos Creator mendukung pengembangan 2D dan 3D serta menyediakan editor yang ditujukan untuk programmer, artist, dan game designer. Situs resminya menyebut Cocos Creator sebagai engine cross-platform yang ringan dan berfokus pada performa.

Ekosistem Cocos juga mendukung teknologi seperti TypeScript dan C++ dalam pengembangan engine dan proyek.

Cocok untuk Game Apa?

Cocos Creator sangat relevan untuk game mobile, game 2D, game 3D ringan, serta pengalaman berbasis web.

Biaya

Cocos Creator dan engine Cocos memiliki komponen open-source yang menggunakan lisensi MIT pada repositori resminya.

Namun, pengembang tetap perlu memeriksa lisensi versi dan komponen yang digunakan dalam proyek sebelum distribusi komersial.

8. Defold

Defold merupakan game engine yang dirancang untuk membuat game lintas platform dengan workflow yang ringan. Engine ini mendukung 2D dan 3D serta menyediakan editor visual, scene editor, tilemap, particle system, code editor, dan Lua scripting.

Kelebihan Defold

Salah satu keunggulan Defold adalah model lisensinya. Pengembang Defold menyatakan bahwa engine tersebut akan selalu gratis, tanpa subscription, licensing fee, royalty, runtime fee, maupun biaya lain untuk produk utamanya.

Defold juga memiliki workflow instalasi yang sederhana. Pengguna dapat mengunduh editor dan langsung memulai proyek tanpa proses setup yang kompleks.

Cocok untuk Game Apa?

Defold sangat cocok untuk game 2D seperti platformer, arcade, puzzle, casual game, dan game mobile. Engine ini juga mendukung 3D sehingga dapat digunakan untuk proyek yang membutuhkan elemen 3D.

Biaya

Gratis untuk digunakan dan tidak menerapkan subscription maupun royalti.

9. RPG Maker

RPG Maker merupakan rangkaian software yang dirancang khusus untuk memudahkan pembuatan role-playing game, terutama RPG 2D.

Berbeda dengan engine yang berusaha menjadi solusi untuk segala jenis game, RPG Maker memiliki fokus yang lebih spesifik. Pengguna dapat membuat map, karakter, dialog, event, battle system, dan elemen RPG melalui tool yang sudah tersedia.

Kelebihan RPG Maker

Kekuatan RPG Maker berada pada kemudahan penggunaannya. Kreator dapat membangun dunia game menggunakan map editor dengan sistem tile sehingga tidak harus membuat seluruh sistem dari awal.

RPG Maker MZ, misalnya, menyediakan map editor serta berbagai fitur yang dirancang agar pengguna dapat membuat game RPG dengan lebih mudah.

Cocok untuk Game Apa?

RPG Maker ideal untuk game RPG 2D, terutama game yang menonjolkan cerita, eksplorasi, dialog, quest, karakter, dan sistem pertarungan turn-based.

Biaya

Berbeda dengan lima engine pertama dalam daftar, RPG Maker MZ merupakan software berbayar. Harga resmi yang tercantum pada situs RPG Maker adalah US$79,99, dengan trial yang tersedia.

10. Open 3D Engine

Open 3D Engine atau O3DE merupakan game engine open-source untuk pengembangan game dan dunia 3D.

Nama ini penting untuk diperhatikan karena data lama sering memasukkan Amazon Lumberyard sebagai pilihan game engine. Amazon secara resmi sudah menghentikan penawaran Lumberyard dan menyebut O3DE sebagai penerus resminya.

Pengganti Amazon Lumberyard

Amazon Lumberyard sudah tidak lagi ditawarkan dan binary Lumberyard tidak lagi disediakan untuk diunduh secara normal. AWS menyarankan pengguna Lumberyard untuk bermigrasi ke Open 3D Engine.

Karena itu, untuk artikel yang diterbitkan saat ini, O3DE lebih relevan daripada mencantumkan Amazon Lumberyard sebagai engine yang masih aktif.

Kelebihan O3DE

O3DE merupakan proyek open-source lintas platform yang berada di bawah lisensi Apache 2.0. Engine ini ditujukan untuk membangun game dan dunia 3D serta dikembangkan oleh komunitas kontributor.

O3DE dapat dipertimbangkan untuk proyek 3D yang membutuhkan kontrol lebih mendalam terhadap engine dan teknologi rendering.

Cocok untuk Game Apa?

O3DE cocok untuk game 3D, simulasi, interactive 3D experiences, serta proyek yang membutuhkan engine open-source dan fleksibilitas tingkat lanjut.

Biaya

O3DE merupakan engine open-source dengan lisensi Apache 2.0.

Bagaimana Memilih Game Engine yang Tepat?

Tidak ada satu game engine yang cocok untuk seluruh jenis proyek. Pilihan sebaiknya disesuaikan dengan genre game, kemampuan pemrograman, target platform, kebutuhan grafis, ukuran tim, serta model bisnis yang digunakan.

Untuk Pemula

Pemula yang belum memahami pemrograman dapat mempertimbangkan Godot atau Buildbox. Godot menyediakan GDScript yang relatif mudah dipelajari, sedangkan Buildbox menawarkan pendekatan no-code.

Untuk Game 2D

Godot, GameMaker, Defold, Cocos Creator, dan RPG Maker merupakan beberapa pilihan yang relevan untuk game 2D.

GameMaker dan RPG Maker memiliki pendekatan yang lebih spesifik, sementara Godot dan Defold menawarkan fleksibilitas yang lebih luas.

Untuk Game 3D

Unreal Engine, Unity, Godot, CRYENGINE, dan O3DE dapat digunakan untuk proyek 3D.

Untuk proyek yang mengejar visual 3D kompleks, Unreal Engine dan CRYENGINE menawarkan toolset rendering yang kuat. Sementara itu, Godot dapat menjadi pilihan bagi pengembang yang mengutamakan open-source dan fleksibilitas lisensi.

Untuk Game Mobile

Unity, Godot, Cocos Creator, Defold, dan Buildbox dapat dipertimbangkan untuk pengembangan game mobile.

Cocos Creator dan Defold memiliki pendekatan yang kuat pada efisiensi dan pengembangan lintas platform, sedangkan Unity memiliki ekosistem yang luas.

Untuk Game Tanpa Coding

Buildbox merupakan pilihan yang paling jelas dalam daftar ini jika tujuan utama adalah membuat game menggunakan pendekatan visual dan no-code.

Meskipun demikian, belajar scripting tetap bermanfaat apabila pengembang ingin membuat mekanik gameplay yang lebih kompleks dan tidak bergantung pada fitur bawaan engine.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Game Engine

Pemilihan engine tidak seharusnya hanya berdasarkan apakah software tersebut gratis. Model lisensi, kemampuan perangkat, target platform, kebutuhan aset, dan rencana komersialisasi juga perlu diperhatikan.

Misalnya, Godot menggunakan MIT dan tidak mengenakan royalti, sementara Unity Personal memiliki batas finansial. GameMaker gratis untuk non-komersial tetapi membutuhkan lisensi komersial ketika game dijual. Unreal Engine memiliki skema royalti setelah melewati ambang pendapatan tertentu.

Selain itu, istilah “gratis” dapat memiliki arti yang berbeda. Ada engine yang benar-benar gratis, ada yang gratis untuk penggunaan non-komersial, ada yang memiliki free tier, dan ada yang gratis di awal tetapi menggunakan model royalti ketika game menghasilkan pendapatan.

Karena ketentuan harga dan lisensi dapat berubah, pengembang sebaiknya selalu memeriksa halaman lisensi resmi sebelum merilis game secara komersial.

Pada akhirnya, pemilihan engine sebaiknya mengikuti kebutuhan proyek. Untuk belajar, prototyping, atau membuat game indie sederhana, engine dengan workflow ringan dan lisensi fleksibel dapat menjadi pilihan praktis. Untuk proyek 3D berskala besar, kemampuan rendering, pipeline aset, scripting, optimasi, serta dukungan platform menjadi faktor yang lebih penting.

Berikut perbandingan ringkas 10 game engine yang telah dibahas:

Game EngineModel Gratis/LisensiFokus Utama2D3DCocok untuk
Godot EngineGratis, open-source MIT2D dan 3DSangat baikBaikPemula, indie, open-source
UnityGratis dengan batas finansial2D dan 3D lintas platformSangat baikSangat baikMobile, PC, indie hingga studio
Unreal EngineGratis dengan skema royalti3D berkualitas tinggiBaikSangat baikGame 3D, AAA, visual realistis
GameMakerGratis non-komersial2DSangat baikTerbatasIndie dan game 2D
BuildboxTersedia versi gratis dan paket premiumNo-code 2D/3DBaikBaikPemula dan prototyping
CRYENGINEGratis dengan royalti 5% setelah ambang tertentu3DTerbatasSangat baikGame 3D dengan visual tinggi
Cocos CreatorOpen-source/free engine2D dan 3DSangat baikBaikMobile dan web
DefoldGratis tanpa royalti2D dan 3D ringanSangat baikBaikMobile, web, indie
RPG MakerBerbayar, tersedia trialRPG 2DSangat baikTerbatasRPG berbasis cerita
Open 3D EngineOpen-source Apache 2.03D dan simulasiBaikSangat baikGame 3D dan proyek open-source

Jika prioritas utama adalah gratis tanpa royalti, Godot dan Defold memiliki model yang sangat jelas karena keduanya tidak menerapkan royalti pada penggunaan engine.

Jika ingin mempelajari pengembangan game dengan ekosistem yang luas, Unity dapat dipertimbangkan selama proyek masih memenuhi ketentuan Unity Personal. Untuk proyek 3D dengan tuntutan visual tinggi, Unreal Engine menawarkan teknologi rendering yang kuat dengan model lisensi berbasis ambang pendapatan.

Sementara itu, pengguna yang ingin membuat game 2D dengan workflow sederhana dapat mempertimbangkan GameMaker, sedangkan mereka yang ingin membuat game tanpa harus menulis banyak kode dapat mencoba Buildbox.

Satu hal yang perlu diperhatikan dari daftar lama adalah Amazon Lumberyard. Karena AWS sudah menyatakan Lumberyard tidak lagi ditawarkan dan O3DE menjadi penerus resminya, O3DE lebih tepat dimasukkan dalam daftar game engine yang relevan untuk kondisi saat ini.

Dengan demikian, game engine terbaik bukan sekadar engine dengan fitur terbanyak. Engine yang tepat adalah engine yang sesuai dengan genre, kemampuan tim, target perangkat, anggaran, dan model bisnis game yang akan dibuat.

Facebook
Twitter
LinkedIn