Pengujian Website menggunakan A/B Testing

Desain merupakan faktor yang penting untuk menentukan conversion rate (perubahan jumlah signup, pembelian, dll.) disinilah dibutuhkan variasi desain.dalam website apakah setiap perubahan desain membawa peningkatan atau penurunan terhadap conversion rate. Untuk mengetahui hal tersebut digunakan A/B testing untuk mengetahui perubahan conversion rate antara beberapa variasi dalam website.
A/B testing sangat berperan penting dalam meningkatkan conversion rate pada website kamu secara otomtis. A/B testing adalah cara termudah dan termurah untuk meningkatkan standar dari website yang kamu miliki. Selain itu untuk lebih meningkatkan kualitas halaman dalam sebuah website
________________________________________
Cara menggunakan A/B testing
berikut cara umum A/B testing:
• Menetapkan perubahan desain pada website
• Lakukan implementasi perubahan secara visual menggunakan tool A/B testing secara otomatis.
• Gunakan variasi terbaru selama jangka waktu tertentu sampai mendapatkan sejumlah angka pengunjung sebagai sampel.
• Hasil pengujian A/B testing akan menampilkan dua variasi halaman web kepada pengunjung website pada jangka waktu yang sama.
• A/B testing akan menampilkan hasil perubahan yang signifikan dari conversion rate di tiap halaman web jika data yang dikumpulkan dirasa cukup. Jika ada perubahan, developer yang akan menentukan apakah akan dilakukan perubahan sesuai hasil A/B testing atau tidak.
• Ulangi seluruh langkah di atas hingga website yang kamu gunakan sudah tidak terpakai lagi.
Tool A/B testing yang biasa digunakan diantaranya
– Optimizely
– VWO
– Google Optimize
Saya rekomendasikan untuk menggunakan tool yang ketiga, Google Optimize merupakan tool yang gratis dan memiliki fitur penuh serta sudah terintegrasi dengan Google Analytics.
Sumber ide dalam pengujian A/B
Berikut Sumber ide untuk melakukan A/B testing :
• Staf support dan sales
• Survei pengguna
• Iklan yang terbaik
• Hasil A/B testing sebelumnya.

Selain dari beberapa sumber di atas, dapat juga memulai untuk bertanya ke diri sendiri, “Apakah yang diingiinkan oleh para pengunjung pada halaman web yang saya buat?” Dari pertanyaan tersebut akan berkembang menjadi berbagai pertanyaan lain yang dapat digunakan sebagai bahan untuk A/B testing.
A/B testing dapat membantu growth hacking

Variasi desain terbaru dapat dikatakan berhasil apabila perubahan variasi A/B mempengaruhi angka pendapatan bisnismu lebih banyak ketimbang angka engagement pengguna. Jadi ketika tujuan utama dari A/B testing adalah untuk meningkatkan konversi dari awal pengguna mengakses website hingga akhir, adalah hal yang lumrah untuk melakukan lebih banyak pengujian pada langkah awal dimulainya seluruh proses. Ada dua alasan untuk mendukung asumsi diatas:
Ukuran sampel: volume traffic yang lebih besar itu penting untuk menjalankan tes A/B. Akan lebih banyak orang yang mengunjungi halaman depan website dibandingkan dengan mereka yang benar-benar berinteraksi dengan fitur-fitur yang ada di website.
Implementasi: penerapan gambar atau media pada halaman website juga penting dalam memengaruhi hasil test A/B
Agar tidak terlalu panjang, artikel kali ini hanya mengenalkan A/B testing dan teknik penggunaanya secara umum. Untuk penjelasan secara teknisnya akan dibahas diartikel berikutnya.

By | 2017-09-08T20:14:14+00:00 September 8th, 2017|Tips n Trik|0 Comments

Leave A Comment