Sudah memikirkan desain, tema, layout text, produk, dan kata-kata untuk dimasukkan ke dalam iklan tapi ditolak oleh Google? Berikut adalah 12 cara mengatasi Google Ads ditolak atau rejected.

Saat membuat komponen untuk iklan, perhatikan juga bahwa Google akan kembali menyortir semuanya karena iklan yang Anda unggah akan masuk ke dalam ekosistem mereka.

Sekilas Tentang Google Ads

Google Ads adalah sebuah layanan periklanan online Google yang akan membuat iklan online Anda menjangkau orang-orang yang tepat saat mereka tertarik pada produk atau layanan yang ditawarkan.

Ada beberapa target yang dapat dipilih sebagai tujuan Anda memasang iklan, misalnya mempromosikan produk, meningkatkan penjualan, memperoleh brand awareness, dan meningkatkan traffic ke website Anda.

Semua layanan akun Google Ads dapat dikelola secara online. Begitu pula dengan pembayaran online yang tidak ditetapkan harga pastinya.

Anda dapat menentukan budget untuk iklan tersebut sesuai dengan durasi iklan, jangkauan, dan tempat menaruh iklan.

Mengapa Google Ads Bisa Ditolak / Ditangguhkan?

Semua penyebab dari mengapa Google Ads Anda bisa ditolak adalah karena tidak mengikuti atau melanggar ketentuan dari Google Ads.

Iklan yang telah diunggah ke dalam Google Ads akan melalui sejumlah kualifikasi sampai akhirnya melalui proses quality control.

Dilansir dari laman Quarizmi AdTech di platform Medium, tercatat bahwa hampir 3,2 miliar iklan telah dihapus karena tidak dapat memenuhi kualifikasi ketentuan Google.

Perlu diketahui, bahwa dengan jumlah iklan yang masuk tiap harinya mencapai ratusan bahkan ribuan, Google akan menyortir iklan dengan sistem yang telah mereka buat secara otomatis.

Prosesnya pun tidak dapat diketahui secara detail. Namun jangan panik, di kesempatan kali ini kami akan membahas 12 cara mengatasi Google Ads ditolak beserta masalah-masalahnya yang paling umum.

12 Cara Mengatasi Google Ads Ditolak + Masalah yang Umum Ditemui

Di bawah ini ada 12 masalah yang biasa ditemui dan dapat menghambat proses verifikasi Google Ads Anda, simak!

1. Perbedaan Pada Target URL

Google akan mendeteksi adanya error jika dua iklan mengarah ke dua web yang berbeda.

Sebenarnya, Anda dapat menargetkan iklan ke dalam URL yang berbeda, namun hanya untuk destinasi yang ada pada URL utama, misalnya sub bagian dari sebuah product page.

Selain itu, iklan Anda juga akan ditolak jika ada perubahan nama domain atau URL tanpa ada pemberitahuan ke pihak Google.

Pastikan bahwa semua iklan mengarah ke URL yang sama. Jika ingin menggunakan URL lain sebagai destinasi iklan, sebaiknya Anda mengunggah iklan baru dengan pembayaran yang berbeda.

2. Landing Page yang Error

Iklan Anda juga bisa langsung ditolak karena error pada landing page atau URL yang dimasukkan.

Penyebab Google menolaknya adalah karena Google sendiri tidak dapat mengakses tujuan dari iklan tersebut.

Maka, pastikan bahwa tidak ada kesalahan penulisan URL, tidak ada blocking apapun di situs web Anda seperti kegagalan server atau error code.

3. Keberadaan Malware Pada Website

Malware terdeteksi jika pada iklan Anda menuju ke situs web yang mencurigakan. Namun bagaimana jika sebenarnya Anda benar bukan penipu?

Biasanya, Google akan mendeteksi masalah yang mencurigakan pada pengkodean situs web, dan Anda perlu waktu yang cukup lama untuk memperbaiki website.

Kontak Google lebih lanjut untuk mengetahui malware seperti apa yang ada pada situs web Anda. Karena, Artificial Intelligence yang tersedia di Google sebenarnya tidak dapat mendeteksi malware pada web secara langsung.

Jadi sebaiknya, hubungi Google atau kontak ahli yang mengerti keberadaan malware pada pengkodean situs Anda.

4. Kesalahan Tanda Baca dan Simbol

Google memiliki peraturan untuk mematuhi pedoman gaya bahasa dan visual iklan jika ingin iklan Anda disebarluaskan.

Maka, jika Anda menerima pemberitahuan ditolak, coba cek pedoman tata bahasa yang ditetapkan oleh Google. Misalnya hal yang melibatkan tanda baca dan simbol tertentu.

5. Terlalu Banyak Kapitalisasi Huruf

Seperti masalah sebelumnya, Google akan menyorot penggunaan teks pada iklan Anda. Pada pedoman Google, Anda tidak boleh menempatkan semua huruf kapital pada kata yang ada.

Kecuali, iklan Anda menawarkan promosi atau diskon yang mengharuskan penggunaan huruf kapital. Anda bisa request langsung melalui form tinjauan yang ada.

Penggunaan huruf kapital juga dapat dimaklumi jika terdapat pada huruf pertama di kata atau pada judul sebagai bentuk penekanan agar mudah terlihat oleh customer.

6. Merk Dagang di Iklan

Ada beberapa kasus saat nama merk dagang perusahaan lain atau Anda digunakan sebagai keyword pencarian untuk produk tertentu.

Jika Anda tidak memiliki surat-surat legal yang membolehkan penggunaan nama tersebut, bisa jadi iklan Anda akan langsung ditolak oleh Google. Apalagi jika merk dagang tersebut sudah besar.

Jadi, jika Anda memiliki surat-surat tersebut, Anda bisa konfirmasi ke Google bahwa brand tersebut membolehkan penggunaan kata-kata merk dagang tersebut.

7. Memasarkan Produk yang Berbahaya

Tentu saja, Google akan menolak pengiklanan produk yang bertentangan dengan hukum. Segala jenis narkoba, senjata api, rokok, atau senjata ilegal dilarang keras oleh Google.

Kecuali, iklan tersebut memasarkan kampanye pencegahan dari barang-barang di atas, atau menjual senjata sekaligus mempromosikan keamanan senjata dengan sertifikat dan surat-surat resmi untuk penjualan tersebut.

Jadi, Anda perlu mengikuti kebijakan Google yang memang ketat. Jangan sampai akun Anda terkena suspend permanen jika ada pelanggaran berat semacam ini.

8. Konten Tidak Senonoh

Google tidak mengizinkan konten eksplisit, pornografi, kekerasan di dalamnya. Termasuk iklan perjudian, pemalsuan, konten dewasa, dan konten yang sensitif.

Tidak ada pilihan lain selain tidak memasarkan iklan sejenis itu. Namun jika konten Anda diakui sebagai “konten tidak pantas’, Anda dapat mengajukan banding pada Google yang nantinya konten tersebut akan berada di laman “disetujui dengan batasan.

9. Clickbait

Memang, dapat diakui banyak sekali konten clickbait di Google. Termasuk konten yang mengandung kata-kata seperti “Click here!” atau “Klik di sini!”.

Google sebenarnya akan menolak iklan tersebut, jadi cobalah cari kata-kata Call-to-action yang tidak clickbait seperti kata-kata di atas.

Setelah mengubah visual iklan tersebut menjadi tidak terlalu clickbait, Anda dapat mengajukan kembali permohonan iklan di Google.

10. Ketidakjujuran dan Kesalahpahaman

Jika ada konten yang dianggap sebagai upaya penipuan dan menyesatkan pengguna seperti harga produk yang tidak sesuai dan produk palsu, konten akan langsung ditolak oleh Google.

Untuk menghindarinya, hindari bagian-bagian yang terdapat dengan dugaan penipuan dan mengirimkan kembali permohonan iklan kepada Google.

Waspada jika Anda mempromosikan konten dari pihak ketiga atau dengan data yang tidak sah. Misalnya spyware atau penjualan data dan dokumen. Karena, Google akan langsung menangguhkan akun Anda selama 7 hari tanpa kecuali.

11. Memanfaatkan Keuntungan Lewat Peristiwa Sensitif

Pada awal masa pandemi, banyak sekali konten yang menggunakan Covid-19 sebagai pendekatan iklan mereka. Namun untuk iklan di Google, Anda harus berhati-hati pada konteks yang digunakan.

Seperti peraturan yang ada, Google tidak membolehkan bumbu isu sosial, politik, budaya, atau alam yang sensitif bagi suatu pihak.

Solusinya adalah, Anda lebih baik menggunakan bahasa atau visual yang tidak menyinggung siapapun. Dalam kata lain, iklan haruslah netral dan fokus kepada penjualan produk yang ada.

12. Masalah pada Iklan Perumahan, Kredit, dan Pekerjaan

Khusus untuk iklan perumahan, kredit, dan pekerjaan Google menerapkan peraturan bahwa iklan dengan kategori tersebut harus spesifik untuk pengguna berdasarkan usia, jenis kelamin, dan status perkawinan.

Karena, promosi pada hal-hal tersebut perlu target audiens yang disegmentasikan pada usia atau jenis kelamin tertentu. Dengan adanya peraturan tersebut, Google membantu iklan-iklan lebih sampai kepada target yang ingin dituju.

Cara Agar Google Ads Lebih Mudah Diterima

Selain 12 masalah yang umum ditemui, ada juga 4 cara yang dapat membuat iklan Google Ads Anda lebih mudah diterima, simak!

1. Konten untuk Semua Umur

Karena orang yang mengakses internet ada dari beragam kelompok umur, maka semua konten yang ditampilkan harus cocok untuk anak umur di bawah 13 tahun.

Jadi perhatikan pemilihan kata-kata dan visual yang tepat agar iklan Anda lebih mudah diterima oleh Google.

2. Persetujuan Iklan Dengan Batasan

Iklan yang telah lolos kualifikasi oleh Google artinya dianggap memenuhi standar. Sehingga akan dipublikasikan secara normal karena tidak melanggar peraturan apapun.

Namun, Ada beberapa iklan yang ditandai oleh Google sebagai kategori tertentu. Artinya, tidak semua orang dapat melihat iklan tersebut.

Jadi, perhatikan segmentasi dari iklan Anda karena akan berpengaruh pada tujuan dan target capaian yang ingin diraih.

3. Industri yang Spesifik

Setiap industri punya ciri khas dan karakteristiknya sendiri, dan ada beberapa konten yang bisa ditandai Google dengan konten tidak pantas.

Sebaiknya, Anda selalu melihat ketentuan periklanan dari Google dan membuat versi alternatif pendekatan agar sesuai dengan yang Google minta.

4. Mengajukan Banding untuk Iklan yang Ditolak

Jika pemberitahuan penolakan yang ada ternyata tidak sesuai dengan iklan di kenyataan atau ternyata konteksnya berbeda, Anda dapat mengajukan banding pada Google.

Karena Google sendiri menyarankan untuk melakukan banding jika ada kesalahan dari Google sendiri.

Cara melakukan banding adalah dengan mengikuti step-step yang Google sarankan dengan mengirimkan pesan personal dan mengisi form untuk request iklan yang diajukan banding.

 

Menggunakan Google Ads sebenarnya adalah hal yang tidak sulit selama Anda mengikuti ketentuan yang ada.

Tentukan strategi marketing dan ketahui peraturan serta larangan dari Google. Cek dan kualifikasi iklan terlebih dahulu dan pastikan tidak ada kesalahan sebelum mengunggahnya ke Google Ads.

Karena 12 masalah yang paling umum ditemui dari penolakan Google Ads sudah Anda ketahui, maka sekarang saatnya cek apakah konten Anda sudah sesuai dengan ketentuan Google atau belum.

Jika 12 cara tersebut terlalu rumit, Ardata juga dapat mendorong jangkauan promosi dengan Google Ads dan Anda akan mendapatkan hasil yang terbaik untuk perusahaan Anda.

Untuk melihat harga dan pilihan layanannya, langsung cek ke link website Ardata berikut ini!

Continue Reading